Mataram (ANTARA) - Jajaran Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti berkomitmen untuk mengawal produksi pertanian yang memenuhi kualitas dan kuantitas di wilayah Nusa Tenggara Barat.
"Kami berkomitmen kawal dan lindungi petani agar bisa hasilkan gabah yang berkualitas dan memiliki kuantitas dan dapat diserap Bulog sesuai standar harga yang ditetapkan pemerintah," kata Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Agus Bhakti di Mataram, NTB, Kamis.
Pemerintah menetapkan harga beli gabah Rp6.500 per kilogram. Dalam upaya mengejar target harga tersebut, jajaran Korem 162/Wira Bhakti secara intensif memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, hingga tahap produksi.
"Pengairannya bagaimana, pupuk, kesiapan lahan tanam, itu semua kami perhatikan agar produktivitas pertanian meningkat," ujarnya.
Baca juga: TNI dukung perluasan area tanam di kawasan Lombok Tengah
Baca juga: Polda NTB panen raya jagung jaga ketahanan pangan
Dia mengatakan bahwa untuk wilayah NTB, terdapat lahan tanam pertanian yang paling luas dari teritorial di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) XI/Udayana.
Luas lahan tanam untuk NTB, jelas dia, ada sekitar 560 hektare. Dengan asumsi 1 hektare bisa menghasilkan 1 ton gabah, maka NTB berpotensi memproduksi 560 ton gabah.
"April besok, kuartal pertama tahun ini, penyerapan gabah ditargetkan pada angka 180 ribu ton. Makanya, kami terus berjibaku agar bagaimana produksi petani bisa maksimal," ucap dia.
Danrem menyampaikan komitmen tersebut sebagai bagian dari dukungan jajaran Korem 162/Wira Bhakti terhadap program ketahanan pangan yang masuk dalam misi Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Produksi jagung di NTB 2025 ditarget capai 4 juta ton
Baca juga: Kolaborasi TNI-Polri dan masyarakat wujudkan ketahanan pangan di Lombok Tengah
Baca juga: Pangdam IX/Udayana minta TNI Lombok Tengah jaga ketahanan pangan