Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melepas keberangkatan bus pemudik, di antaranya bus disabilitas, dalam program Mudik Gratis BUMN untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
”Ini adalah sebuah kegiatan yang sangat baik, yang selalu kami dukung dari Kementerian Perhubungan," kata Menhub didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, saat melepas keberangkatan rangkaian bus Mudik Gratis BUMN, di Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis.
Terdapat 85 bus yang dilepas keberangkatannya, di antara rangkaian tersebut, terdapat bus disabilitas dan bus listrik.
Melalui program itu, Menhub berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran bisa berjalan dengan baik, memberikan kenyamanan bagi para pemudik mulai ketika berangkat, sampai ke tujuan, hingga kemudian kembali lagi.
Menhub juga mengapresiasi sejumlah BUMN yang berpartisipasi melaksanakan program Mudik Gratis.
Menurutnya, program tersebut membantu meringankan para pemudik dalam melaksanakan aktivitas pulang ke kampung halaman masing-masing.
”Dari tahun ke tahun saya melihat bahwa ada perubahan peningkatan animo masyarakat mengikuti program mudik gratis ini," ujar Menhub.

Dia berharap pula agar ke depannya program tersebut lebih baik dan semakin banyak masyarakat yang bisa dilayani dengan mudik gratis.
"Sekali lagi terima kasih Pak Erick atas kerja sama yang sangat baik dari Kementerian BUMN maupun rekan-rekan BUMN,” ujar Menhub.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, tahun ini terdapat 83 perusahaan BUMN yang bergabung dalam penyelenggaraan program Mudik Gratis. Sejauh ini, angka tersebut merupakan jumlah partisipasi terbesar BUMN pada program Mudik Gratis.
Baca juga: Antrean penumpang di Dermaga 6 Pelabuhan Merak membeludak
Dengan begitu, jumlah pemudik yang dapat mengikuti program Mudik Gratis juga turut meningkat, yaitu sebesar 12 persen dibanding tahun lalu atau dari 93 ribu pada 2024 menjadi hampir 106 ribu pada 2025.
Erick mengatakan, 106 peserta mudik gratis ini diberangkatkan oleh 83 perusahaan BUMN. Pemudik diberangkatkan dengan menggunakan tiga moda transportasi, yaitu bus, kereta api, dan kapal laut dengan mencakup lebih dari 200 kota tujuan di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Baca juga: Angkutan Motis kereta mitigasi kecelakaan mudik
”Ada berita bagus rupanya selama ini tentu masif daripada mudik ini dari kendaraan bermotor, sekarang tidak. Pelan-pelan sudah lima tahun ini mulai shifting ke bus dan terakhir kereta api. Ini peningkatannya sampai 53 persen,” kata Erick Thohir pula.