Indeks ketimpangan gender di NTB terus membaik

id indeks ketimpangan gender,kesetaraan gender,ikg 2024,ikg ntb,nusa tenggara barat,bps ntb,gender ntb

Indeks ketimpangan gender di NTB terus membaik

Kepala BPS NTB Wahyudin memaparkan data indeks ketimpangan gender di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (5/5/2025). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalami perbaikan selama tujuh tahun terakhir.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan meski ada ketimpangan dalam dimensi kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja, namun capaian itu lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Semakin kecil nilai Indeks Ketimpangan Gender menunjukkan semakin rendah ketimpangan antara laki-laki dan perempuan," ucap Wahyudin di Mataram, Senin.

IKG di NTB sempat menyentuh angka 0,577 poin pada tahun 2018, kemudian meningkat menjadi 0,668 poin pada tahun 2019, lalu turun sedikit ke angka 0,665 poin pada tahun 2020.

Baca juga: Kesetaraan gender harus dimulai dari rumah

IKG NTB terus menurun ke level 0,653 poin pada tahun 2021, selanjutnya menjadi 0,648 poin pada tahun 2022, dan sempat naik sedikit ke angka 0,650 poin pada tahun 2023.

Adapun tahun 2024 terjadi penurunan IKG yang cukup signifikan ke level 0,530 poin. Meski demikian IKG NTB masih berada di atas angka nasional yang bertengger pada angka 0,421 poin.

Ia mengatakan seluruh dimensi IKG mengalami perbaikan yang menandakan kesetaraan gender kian membaik di NTB.

Baca juga: Keterwakilan perempuan di posisi strategis tantangan besar

Berdasarkan dimensi kesehatan reproduksi, proporsi perempuan usia 15 sampai 49 tahun yang dalam dua tahun terakhir melahirkan anak lahir hidup terakhir tidak di fasilitas kesehatan (MTF) sebesar 0,209 poin dan proporsi perempuan usia serupa yang melahirkan anak lahir hidup pertama berusia lebih kecil dari 20 tahun (MHPK20) mencapai 0,319 poin.

Sedangkan, dimensi pemberdayaan menunjukkan persentase penduduk 25 tahun ke atas dengan pendidikan minimal SMA adalah laki-laki 39,22 persen dan perempuan 29,45 persen. Keterwakilan perempuan dalam kursi legislatif yang sejauh ini masih jomplang dengan angka sebesar 10,77 persen dan keterwakilan laki-laki mencapai 89,23 persen.

Baca juga: Kepemimpinan perempuan untuk hadapi perubahan iklim

Sementara itu dari dimensi pasar tenaga kerja terlihat laki-laki memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja yang tinggi mencapai 86,47 persen dan perempuan hanya 68,04 persen.

Wahyudin mengungkapkan NTB masuk ke dalam 22 daerah dengan ketimpangan gender di atas angka nasional yang hanya sebesar 0,421 poin. Di NTB, kata dia, pendidikan menurut gender terus membaik yang dilihat melalui rata-rata lama sekolah laki-laki 8,40 tahun dan perempuan 7,28 tahun.

Sedangkan harapan lama sekolah laki-laki 14,11 tahun dan perempuan 13,97 tahun. "Ketimpangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan semakin berkurang yang ditandai rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah semakin setara," kata Wahyudin.

Baca juga: Pemerintah komitmen mendorong kesetaraan gender

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.