Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut mengetahui adanya aparat penegak hukum (APH) menerima ancaman dan intimidasi dari pihak yang ingin menghindar dari jeratan hukum.

“Ya, penanganan perkara korupsi tentu punya kompleksitasnya masing-masing,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Selain itu, Budi mengatakan bahwa aspek pencegahan, pendidikan, penindakan, bahkan koordinasi dan supervisi memiliki tantangannya masing-masing.

“Oleh karena itu, KPK terus bersinergi, berkonsolidasi di internal, mengintegrasikan antara strategi-strategi tersebut, sekaligus bersinergi kepada seluruh stakeholder (pemangku kepentingan),” ujarnya.

Baca juga: Polisi temukan pengelola grup "Fantasi Sedarah"

Dengan demikian, dia mengatakan bahwa sinergisitas yang dilakukan KPK bersama APH, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga badan usaha milik negara (BUMN), dapat menyelesaikan hambatan dan tantangan dalam penanganan korupsi di Tanah Air.

Baca juga: Hilirisasi pertanian jadi isu penting revisi UU Pangan

Sebelumnya, Presiden mengatakan mengetahui adanya APH yang diancam saat menghadiri Kongres IV PP Tidar, di Jakarta, Sabtu (17/5).

"Saya tahu ada penegak-penegak hukum yang diancam. Saya tahu. Saya dapat laporan. Ada yang rumahnya didatangi, mobilnya diikuti, dan rumahnya difoto. Kami paham itu,” ujar Presiden.


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026