Mataram, 11/1 (ANTARA) - Setelah banjir melanda sejumlah daerah, hujan deras yang disertai angin puting beliung pada Sabtu (10/1) sore menerjang puluhan rumah di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga rusak berat dan rusak ringan.

   Suhairiyah (34), salah seorang warga korban puting beliung, di Mataram, Minggu, mengatakan, saat terjadinya angin puting beliung ia bersama anak-anaknya berada di dalam rumah.    
   "Tiba-tiba ada suara gemuruh, atap rumah yang terbuat dari seng terangkat semua dan sebagian tembok roboh, kemudian air hujan membanjiri rumah yang sudah tidak memiliki atap," katanya menjelaskan.

   Selain merusak rumah warga angin puting beliung juga menerbangkan dua unit pengeras suara masjid yang ada di kampung itu dan hingga sekarang benda itu belum diketahui jatuh dimana.

   "Seng, kayu papan dan dua speaker masjid diterbangkan, dan baru satu yang ketemu itu pun kondisinya sudah rusak, sedangkan yang satu lagi entah jatuh dimana," kata Anam (35), salah seorang warga Monjok lainnya.

   Kerusakan yang diakibatkan angin puting beliung rata-rata terjadi pada atap rumah. Atap rumah yang seluruh atapnya lepas, ada juga yang sebagian kecil saja rusak.

   Kini warga yang rumahnya rusak sibuk membereskan perabotan rumah yang berantakan, dan berharap pemerintah memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban.

   "Saya berharap ada bantuan untuk perbaikan rumah dari pemerintah, sehingga kami tidak mengungsi lagi ke rumah tetangga," Anam.

Angin puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan tinggi yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian beberapa menit.

  Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya, benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

   Sementara itu, pihak Stasiun Meteorologi Bandara Selaparang, Mataram, NTB, mengimbau warga agar waspada karena angin puting beliung masih berpotensi terjadi karena cuaca buruk berupa hujan lebat dan kecepatan angin yang masih cukup tinggi.

   "Kecepatan angin saat ini mencapai 35 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Ini masih cukup membahayakan bagi pelayaran dan penerbangan," kata Staf Forcaster Stasiun Meteorologi Bandara Selaparang Mataram, Ana Oktaviana.(*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026