FIFA menolak banding FAM terkait pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi

id FIFA, FAM, Timnas Malaysia, pemain naturalisasi, sepak bola

FIFA menolak banding FAM terkait pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi

Pemain Timnas Futsal Indonesia berfoto bersama sebelum bertanding melawan Timnas Futsal Australia pada laga persahabatan FIFA Match Day di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Timnas Futsal Indonesia menang dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz

Jakarta (ANTARA) - Komite Banding FIFA resmi menolak banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi terkait pelanggaran Pasal 22 FIFA Disciplinary Code (FDC) mengenai pemalsuan serta rekayasa dokumen.

Dalam pernyataan resmi melalui situs Inside FIFA pada Senin, FIFA menyebut telah menganalisis seluruh berkas pembelaan serta menggelar sidang dengar pendapat sebelum mengambil keputusan akhir. Komite Banding kemudian memutuskan untuk menolak seluruh banding dan menjatuhkan sanksi penuh yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin FIFA.

Berdasarkan keputusan tersebut, FAM dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss (CHF), atau sekitar Rp7,23 miliar. Sementara itu, tujuh pemain yang terlibat, yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, masing-masing dikenai denda sebesar 2.000 CHF (sekitar Rp41,3 juta).

Tak hanya itu, ketujuh pemain tersebut juga dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam sepak bola selama 12 bulan, mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan olahraga tersebut di level nasional maupun internasional.

Baca juga: Gianni Infantino meluncurkan FIFA ASEAN Cup pada KTT ASEAN

FIFA menegaskan bahwa FAM dan para pemain telah menerima pemberitahuan resmi atas keputusan ini.

Mereka memiliki waktu sepuluh hari untuk meminta salinan keputusan dengan alasan lengkap, dan setelah itu, pihak-pihak terkait diberi batas waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) bila masih ingin melanjutkan proses hukum.

Baca juga: FIFA mengumumkan lebih dari satu juta tiket Piala Dunia 2026 telah terjual

Keputusan ini mempertegas sikap tegas FIFA terhadap segala bentuk pemalsuan dan manipulasi dokumen dalam dunia sepak bola profesional.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.