Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyerahkan bantuan atau santunan kepada para veteran sebagai bentuk perhatian pemerintah atas perjuangan mereka dalam Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penyerahan santunan itu dilakukan pada momentum peringatan Hari Pahlawan 2025 di Kabupaten Lombok Timur.
"Santunan yang diberikan kepada veteran ini sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan para veteran," kata Wakil Bupati Lombok Timur H Moh Edwin Hadiwijaya di Lombok Timur, Senin.
Ia mengatakan, para veteran ini telah memiliki peran penting dalam sejarah bangsa mengusir penjajah dan merebut Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Pemerintah daerah tetap memperhatikan keberadaan veteran di Lombok Timur," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan berharap peringatan Hari Pahlawan tahun ini, generasi muda dapat menjadikan perjuangan para pahlawan nasional sebagai inspirasi, tak hanya membanggakan memiliki pahlawan nasional.
"Bagaimana generasi muda ini menjadikan perjuangan dan tauladan yang diajarkan sebagai inspirasi bagi kita dan generasi selanjutnya," katanya.
Baca juga: Pemkab Lotim libatkan kejaksaan kejar pajak tower nunggak
Ia mengatakan, apalagi dengan bertambahnya jumlah pahlawan nasional yang dimiliki NTB yaitu gelar pahlawan nasional tahun ini diberikan kepada Sultan M Salahuddin Bima.
"Bertambahnya jumlah pahlawan nasional akan menambah semangat generasi muda di NTB untuk semakin maju," katanya.
Wagub juga tidak menampik kemungkinan usulan pahlawan nasional dari NTB di masa mendatang. Usulan dua pahlawan nasional sebelumnya diakui membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Baca juga: Pedagang dan juru parkir di Taman Selong Lombok Timur ditertibkan
Sultan Muhammad Salahuddin (1888-1951 M) dianugerahi gelar pahlawan nasional bersama sejumlah tokoh lainnya bertepatan dengan peringatan hari pahlawan nasional 2025 ini.
Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Sultan Bima XIV yang dikenal dengan perjuangannya menentang penjajah Belanda di Bima.