Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan pentingnya integritas dan perbaikan pelayanan publik melalui rotasi lima pejabat eselon II dan III yang dilaksanakan pada Selasa ini.

"Setelah disiplin dan mengetahui tupoksi, jadilah pemimpin yang amanah, mengayomi, dan melayani. Jangan justru terbalik," kata Bupati Haerul.

Menurutnya, Rotasi tersebut disebut sebagai langkah memperkuat disiplin birokrasi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tanpa hambatan.

Untuk itu, Bupati Haerul meminta para pejabat yang mendapatkan amanah baru untuk menunjukkan disiplin, memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta mengedepankan prinsip melayani. 

Ia juga menekankan agar layanan publik berjalan sederhana, efisien, dan tidak membebani masyarakat. Bupati meminta setiap proses pelayanan dipastikan tuntas tanpa membuat warga harus melalui prosedur berbelit.

"Jangan sampai masyarakat yang dilayani diputar-putar sana sini. Selesaikan tugas pelayanan dengan baik," tegasnya.

Baca juga: Wabup: Mutasi pejabat di Lombok Timur digulirkan dalam waktu dekat

Bupati menambahkan bahwa koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan harus diperkuat untuk memastikan pelayanan pemerintah berjalan efektif dan responsif.

Terkait penugasan Parihin sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bupati memastikan proses tersebut telah sesuai ketentuan. Parihin pernah menjabat sebagai Kadis Dukcapil Lombok Timur sebelum bertugas di Kabupaten Lombok Utara.

"Sebelumnya Pak Parihin sempat menjabat sebagai Kadis Dukcapil, karena ada hal tertentu pindah ke KLU, dan kini kembali lagi ke Lotim," jelasnya.

Pemkab Lombok Timur menyebut rotasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik dan menegakkan integritas birokrasi.

Baca juga: Sebanyak 33 pejabat Lombok Timur dimutasi
Baca juga: Tiga jabatan eselon dua di Lombok Timur dilelang
Baca juga: Mutasi perdana pejabat di Lombok Timur, berikut daftarnya

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026