Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong kampus dan dunia usaha bersinergi untuk bisa menyiapkan lulusan yang siap bekerja.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, mengakui peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang akan menjadi agen perubahan bagi pembangunan daerah.
"Pentingnya sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja," ujarnya di Mataram, Selasa.
Ia menjelaskan, Provinsi NTB saat ini memiliki lebih dari 18.000 perusahaan aktif-tepatnya 18.276-yang menyerap tenaga kerja di berbagai sektor, terutama di Kota Mataram sebanyak 3.641 perusahaan. Namun, jumlah angkatan kerja NTB telah mencapai 3,2 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,06 persen atau sekitar 98 ribu orang.
Kondisi ini, menurutnya, menuntut langkah-langkah konkret agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga kompeten sesuai kebutuhan industri.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk memastikan kurikulum dan pelatihan mahasiswa sejalan dengan kebutuhan dunia usaha. Jangan sampai kita banyak mencetak lulusan, tetapi kompetensinya tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Ini yang disebut pemborosan SDM," tegas Muslim.
Muslim juga mengatakan Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan sebagai dasar hukum dalam pengembangan sistem informasi dan penyelenggaraan program pelatihan, pemagangan, serta penempatan tenaga kerja daerah.
Regulasi ini, lanjutnya, menjadi turunan dari Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi serta Permenaker Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan.
Melalui sinergi kebijakan tersebut, Disnakertrans NTB kini aktif memfasilitasi dan mengoordinasikan pelaksanaan Program Magang Nasional dan Program Magang ke Jepang (IM Japan) yang membuka peluang luas bagi lulusan NTB.
"Program magang nasional bisa diikuti melalui portal SIAPkerja dan MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan. Tahun 2025 ini tersedia 100 ribu kuota nasional, dengan 91 perusahaan dan instansi di NTB yang sudah siap menjadi penyelenggara," terangnya.
Baca juga: Disnakertrans gagalkan pengiriman CPMI ilegal di Lombok Tengah
Sementara itu, Program Magang ke Jepang membuka peluang bagi 10 ribu peserta asal Indonesia untuk bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, pertanian, perikanan, hingga teknologi informasi.
"Kalau kita bisa ambil 10 persen saja dari kuota itu, 10 ribu penganggur di NTB bisa terserap. Tapi tentu harus disiapkan dengan kompetensi dan kemampuan bahasa Jepang," ujarnya.
Ia juga menekankan program magang bukan sekadar pengalaman, melainkan sarana meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Baca juga: Dunia pendidikan dan usaha di NTB didorong siapkan bursa kerja
Menutup pembekalan, Muslim mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi bagian dari agen perubahan NTB yang produktif dan berintegritas.
"Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi kampus-kampus di NTB. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan akademisi. Mari bergerak bersama menyiapkan SDM NTB yang unggul, siap kerja, dan siap bersaing global," katanya.