Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kementerian Kesehatan melaksanakan sosialisasi dan mobilisasi introduksi Imunisasi heksavalen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Lalu Aries Fahrozi di Lombok Timur, Kamis, mengatakan program imunisasi merupakan upaya paling efektif dalam pencegahan penyakit.
"Vaksin heksavalen merupakan vaksin baru yang mampu mencegah enam penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dan polio," katanya
Ia mengatakan dengan adanya vaksin ini, enam penyakit yang sebelumnya diberikan secara terpisah kini bisa dicegah melalui satu kali imunisasi.
"Ini langkah strategis untuk meningkatkan capaian imunisasi di Indonesia," katanya.
Baca juga: Sebanyak 19.420 balita jadi sasaran imunisasi heksavalen di Lombok Tengah
Ia mengharapkan kehadiran peserta dalam kegiatan itu menjadi jembatan pemerintah dalam menyosialisasikan program vaksin ini agar cakupan imunisasi anak semakin meningkat.
"Semoga program vaksinasi ini berjalan sesuai harapan bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat," katanya.
Asisten I Sekda Kabupaten Lombok Timur Ahyan mengatakan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan dasar bagi anak.
Ia menyinggung pengalaman pandemi COVID-19 sebagai bukti nyata efektivitas vaksin dalam mengendalikan penyebaran penyakit.
Imunisasi heksavalen, kata dia, bukan sekadar imunisasi biasa, tetapi langkah maju untuk melindungi anak-anak dari enam penyakit berbahaya sekaligus itu.
" Anak tidak perlu disuntik berulang kali. Petugas kesehatan harus mampu meyakinkan para orang tua tentang pentingnya imunisasi,” ujarnya.
Baca juga: Imunisasi HPV di Lombok Timur sasar 27.008 pelajar
Ia menekankan bahwa tantangan berupa keraguan maupun penolakan masyarakat harus dihadapi dengan pendekatan edukatif dan pemahaman ilmiah.
Program ini, katanya, tidak hanya tanggung jawab kader kesehatan, tetapi seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda.
"Mari sukseskan imunisasi heksavalen sehingga derajat kesehatan masyarakat kita dapat meningkat selaras dengan visi Lombok Timur Smart,” katanya.
Ia juga menyebutkan target capaian 90 persen imunisasi masih memerlukan upaya besar dan kolaborasi semua pihak.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian imunisasi heksavalen secara simbolis oleh petugas imunisasi dari puskesmas-puskesmas kepada sasaran bayi yang hadir.
"Kami berharap program introduksi imunisasi heksavalen dapat berjalan optimal hingga ke tingkat desa, meningkatkan perlindungan kesehatan anak, serta memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat," katanya.
Baca juga: Dinkes: Kasus polio belum ditemukan di Lombok Timur