Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kemampuan warga dalam menuturkan kisah-kisah tentang kota tempat tinggal mereka merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung Jakarta menjadi kota sinema.
Menurut dia, sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung megah, melainkan oleh cerita dan pengalaman yang hidup di tengah masyarakat.
“Ada kota yang dibangun oleh beton, dan ada kota, seperti Jakarta yang dibangun oleh ingatan, napas sejarah, dan imajinasi. Hari ini, kita merayakan ketiganya,” ujar Rano dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano saat menghadiri peluncuran buku "Mencari Cerita Jakarta Vol. 1" yang berlangsung di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/12).
Dia menilai penerbitan buku itu bukan hanya merupakan prestasi literasi, tetapi juga simbol tumbuhnya harapan baru bagi ekosistem perfilman di Jakarta.
“Hari ini, kita tidak hanya menerbitkan buku. Kita menerbitkan harapan, bahwa Jakarta dapat bercerita pada dirinya sendiri sebelum bercerita pada dunia,” kata Rano.
Baca juga: BMKG memprakirakan seluruh Jakarta diselimuti awan tebal Kamis
Buku "Mencari Cerita Jakarta Vol. 1" lahir dari kegiatan penelusuran berbagai sudut Jakarta, mulai dari Kepulauan Seribu, Glodok, Kota Tua, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) yang menangkap denyut kehidupan, keragaman, dan dinamika kota.
Dari perjalanan tersebut, lahirlah naskah-naskah pilihan yang kemudian dikurasi dan diterbitkan dalam buku "Mencari Cerita Jakarta Vol. 1".
Kegiatan itu diikuti oleh sejumlah penulis dan sineas muda yang juga turut mendapatkan pendampingan dari sederet mentor skenario ternama, antara lain Gina S Noer, Salman Aristo, dan Arif Ashidiq.
Baca juga: Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU dalam rapat pleno di Jakarta
Rano mengungkapkan "Mencari Cerita Jakarta Vol. 1" bukan sekadar pelatihan penulisan, tetapi sebuah gerakan untuk membuka ruang baru dalam memperkuat identitas Jakarta sebagai kota sinema.
Maka dari itu, dia mendorong para peserta agar terus berkarya dan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota sinema.
“Teruslah menulis, menggali, dan memeluk Jakarta. Kota ini selalu bergerak dan menunggu untuk ditafsirkan kembali,” ungkap Rano.
Sementara itu, produser sekaligus inisiator Program Mencari Cerita Jakarta Orchida Ramadhania menuturkan inisiatif tersebut bertujuan memberikan akses belajar kepada calon penulis yang belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya menulis skenario.
“Kami mengajak orang-orang yang selama ini belum punya akses untuk belajar lebih dalam tentang penulisan. Kami beri pendampingan, pelatihan, dan kesempatan menjelajahi berbagai wilayah di Jakarta untuk memahami cara bercerita. Hasilnya luar biasa," tutur Orchida.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026