Mataram,  (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperbanyak program pembagian paket sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) gratis untuk meringankan beban hidup keluarga tidak mampu.

   "Tahun ini program paket sembako gratis diperbanyak atau kegiatannya ditambah namun kegiatan penjualan sembako bersubsidi dikurangi jumlahnya sehubungan dengan pengurangan dana APBD," kata 

Kepala Disperindag NTB Hery Erfan Rayes di Mataram (14/9).

   Program sembako gratis dan penjualan sembako bersubsidi  merupakan dua jenis kegiatan utama dalam pelaksanaan operasi pasar yang digelar Disperindag NTB sejak beberapa tahun lalu.

   Operasi pasar digelar untuk menstabilkan harga pasar akibat berbagai penyebab antara lain krisis finansial global yang berdampak pada kemerosotan ekonomi dalam negeri.

   Operasi pasar pada 2009 dengan dua jenis kegiatan utama yakni penjualan sembako bersubsidi dan penyaluran paket sembako gratis, hanya didukung dana APBD sebesar Rp451 juta.

   Karena itu, pelaksanaan operasi pasar pada 2009 hanya 13 kegiatan, terdiri atas empat kegiatan penjualan sembako bersubsidi dan sembilan kegiatan penyaluran paket sembako gratis.

   Rayes mengatakan penyaluran paket sembako gratis ditujukan kepada 800 sasaran warga tidak mampu, dengan dukungan anggaran sebesar Rp40 juta untuk setiap kegiatan.

   Setiap paket sembako berisi empat kilogram beras, dua liter minyak goreng, satu kilogram gula pasir dan empat bungkus mie instan dan setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli satu paket sembako.

   Selain itu, dalam paket sembako gratis itu jumlah beras ditingkatkan menjadi enam kilogram dari semula empat kilogram, namun jatah minyak goreng dikurangi menjadi satu liter dari semula dua liter setiap paket.

   Jatah gula pasir tetap satu kilogram setiap paket sembako gratis itu, demikian pula mis instan tetap empat bungkus setiap paket.

   "Namun sasaran program penjualan sembako bersubsidi dan penyaluran paket sembako gratis itu juga ditingkatkan menjadi 900 orang untuk setiap kegiatan dari semula 800 orang," ujar Rayes.(*)

 



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026