Mataram (ANTARA) - Sebanyak 199 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, mengatakan 199 gerai yang sedang tahap pembangunan ini tersebar di sejumlah kabupaten/kota dengan pembangunan terbanyak di Kabupaten Lombok Tengah.
"Dari data, ada 199 yang sedang pembangunan, 40 persen di Lombok Tengah. Yang lain baru ada 1 persen, bahkan baru mulai," ujarnya di Mataram, Minggu.
Ia mengakui sesuai dengan target pemerintah pusat, Januari tahun ini seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah harus memiliki gerai. Namun, kemungkinan itu akan sulit, lantaran terkendala lahan.
"Kendala kita di NTB sama seperti tempat lain adalah lahan. Ini yang sedang kita negosiasi-kan. Ada yang minta lahan Pemprov tapi belum ada persetujuan, punya kabupaten, punya desa belum jelas," terang Masyhuri.
Baca juga: NTB jajaki layanan bayar pajak kendaraan lewat Koperasi Merah Putih
Menurutnya, terkait persoalan lahan ini sedang dibahas bersama, terutama perlunya pemetaan yang jelas terkait lahan di desa yang tersedia untuk di bangun gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pembangunan gerai ini, dalam persyaratan-nya harus memiliki lahan siap pakai dengan luas 10 are dan luas bangunan 600 meter persegi.
"Makanya sekarang kita sedang kerja keras, karena permintaan pusat Januari, gerai sudah terbangun. Kalau anggaran untuk gerai ini sudah tersedia uang-nya melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Tinggal lahan-nya saja," tegasnya.
Sementara itu, dari 1.166 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ada di NTB, sebanyak 100 yang sudah memiliki gerai dan beroperasi, termasuk kantor.
"Data persisnya saya lupa, tapi sudah lebih dari 100 yang miliki gerai," katanya.
Baca juga: Koperasi desa di NTB dapat kucurkan modal Rp50 juta
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026