Mataram, 16/9 (ANTARA) - Pemerintah memperbaiki 529 unit gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta yang menyebar di berbagai kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), selama tahun anggaran 2009.

   "Dukungan anggaran untuk program rehabilitasi MI swasta itu sebesar Rp93,5 juta untuk setiap unit madrasah," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) NTB, H. Suhaimy Ismi, di Mataram, Rabu.

   Ia mengatakan, sebagian besar MI swasta di wilayah NTB berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, sehingga bantuan rehabilitasi madrasah untuk NTB itu lebih yang mengalir ke Lombok Tengah.

   Kalau jumlah Madrasah Tsnawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) terbanyak di Kabupaten Lombok Timur.

   "Sejak awal tahun hingga triwulan keempat tahun 2009 ini sebagian besar madrasah yang direhabilitasi itu sudah digunakan dan tentunya kenyamanannya berbeda dengan kondisi sebelum direhab," ujarnya.

   Ismi memastikan bahwa pengucuran dana rehabilitasi gedung MI swasta di wilayah NTB itu terlaksana sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku serta jauh dari kemungkinan penyimpangan.

   Untuk mencegah kemungkinan terjadi kebocoran dana atau penyimpangan anggaran dalam proyek rehabilitasi madrasah swasta itu, jajaran Depag menjalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

   "Kemungkinan penyimpangan dana minim karena ditransfer langsung ke masing-masing rekening pengelola madrasah itu," ujarnya.

   Ia menambahkan, program rehabilitasi gedung MI swasta di wilayah NTB itu merupakan implementasi dari bantuan rehabilitasi madrasah Se-Indonesia yang diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara simbolis tanggal 28 Januari lalu, di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang terletak di Jl. Kedinding Lor, kawasan Kenjeran, Surabaya.

   Saat itu Presiden Susilo meluncurkan Program Bantuan Rehabilitasi MI, MTs dan MA serta Pondok Pesantren (Ponpes), sekaligus pemberian beasiswa untuk siswa MI, MTs dan MA Se-Indonesia.

   Penyerahan bantuan secara simbolis oleh presiden itu kepada MI Az Zahir dari Palembang sebanyak Rp276 juta, MI AT-Tauhid dari Surabaya sebesar Rp274,5 juta, MI Al-Hamid dari Banjarmasin sebanyak Rp276 juta, MI Al-Anshor dari Lombok Tengah sebesar Rp276 juta.

   Bantuan lainnya diserahkan kepada MTs Ganrang Batu dari Jeneponto sebesar Rp276 juta serta Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Al Fithrah dari Surabaya sebesar Rp300 juta.

   Presiden SBY juga memberikan beasiswa kepada santri-santri berprestasi, antara lain Eva Mahmudah, siswi Madrasah Ibtidaiyah Al-Ghozali Rp400 ribu/tahun, kepada Muhammad Hisyam, siswa Madrasah Tsanawiyah Tahsinul sebesar Rp700 ribu/tahun, serta kepada Az Zahro Nurhati Hayati, siswi Madrasah Aliyah Itayu sebesar Rp1 juta/tahun.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026