Mataram (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat jumlah pendaki atau pengunjung di Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2025 mencapai 80.214 orang, baik asing maupun domestik.

"Jumlah pengunjung pendakian Gunung Rinjani di 2025 mencapai 80.214 orang yang terdiri atas 36.978 domestik dan 43.236 asing," kata Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR NTB Budi Soesmardi di Mataram, Senin.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan nonpendakian di kawasan Gunung Rinjani mencapai 52.108 orang yang terdiri atas 51.311 orang wisatawan domestik dan 797 orang wisatawan asing.

"Total pengunjung selama 2025 di kawasan Gunung Rinjani Lombok mencapai 132.322 orang," katanya.

Baca juga: Pendaki meninggal dievakuasi dari Gunung Rinjani

Dalam rangka mitigasi risiko bencana hidrometeorologi serta pemulihan ekosistem, semua jalur pendakian mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026 ditutup sementara.

Adapun jalur destinasi wisata alam pendakian yang ditutup di antaranya jalur pendakian Senaru, jalur Torean, jalur Sembalun, jalur Timbanuh, jalur Tetebatu, dan jalur pendidikan Aik Berik.

"Ada enam jalur pendakian yang ditutup sementara," katanya.

Ia mengatakan penutupan ini dilakukan sebagai langkah perlindungan keselamatan pengunjung, sekaligus memberi waktu bagi alam Rinjani untuk beristirahat dan memulihkan diri di tengah potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan.

"Mari dukung bersama upaya konservasi ini, karena Rinjani bukan hanya untuk dikunjungi hari ini, tetapi dijaga untuk generasi esok hari," katanya.

Baca juga: Pendaki Gunung Rinjani diingatkan tetap waspada dampak cuaca ekstrem
Baca juga: Balai TNGR mengingatkan pendaki lebih waspada pada musim hujan
Baca juga: Ribuan pendaki padati Gunung Rinjani Lombok setelah dibuka kembali



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026