Prabowo bicara rencana pembangunan 10 universitas baru

id Prabowo, Prabowo di WEF, world Economic Forum, WEF Davos, pembangunan universitas baru

Prabowo bicara rencana pembangunan 10 universitas baru

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pidato saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Presiden Prabowo dalam pidatonya membahas Danantara dan peran dalam ekonomi Indonesia. ANTARA FOTO/Aria Cindyara/bay/tom.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berencana membangun 10 universitas baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional, dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF)2026, Davos, Swiss, Kamis waktu setempat.

Prabowo mengatakan untuk mewujudkan pembangunan tersebut, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara.

"Saya juga membangun 10 universitas baru dan sedang berdiskusi serta bernegosiasi dengan universitas-universitas terbaik di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara untuk melakukan kerja sama kembar dan menghasilkan universitas berstandar internasional di dalam negeri," kata Prabowo.

Selain pengembangan pendidikan tinggi, Presiden juga menargetkan peningkatan infrastruktur pendidikan dasar dan menengah.

Pada tahun ini, ujarnya, Pemerintah berencana memodernisasi dan merenovasi sekitar 60.000 sekolah serta membangun 1.000 sekolah terpadu komprehensif yang dilengkapi fasilitas dan laboratorium modern.

Prabowo turut menjelaskan pemerintah juga telah membangun ratusan sekolah asrama yang ditujukan khusus bagi masyarakat dari lapisan ekonomi terbawah.

Hingga saat ini, lebih dari 160 sekolah asrama telah berdiri, dengan target keseluruhan mencapai 500 sekolah asrama bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin.

Pembangunan sekolah asrama tersebut dimaksudkan untuk membuka akses pendidikan yang setara dan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Baca juga: Indonesia chooses peace over chaos, says Prabowo at Davos

Anak-anak dari keluarga petani miskin, pemulung, pedagang kaki lima hingga buruh harian diarahkan memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik agar tidak terjebak dalam pola kemiskinan yang berulang.

"Saya bertekad memutus lingkaran itu. Saya bertekad bahwa anak dari yang termiskin tidak boleh tetap miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama," kata Presiden.

Baca juga: Prabowo kenalkan istilah "Greedonomics" terhadap usaha ilegal

Selain sekolah asrama untuk masyarakat miskin, Prabowo menyampaikan pemerintah juga menyiapkan 500 pusat keunggulan nonasrama guna mendorong potensi peserta didik berprestasi.

"Dan itulah sebabnya saya telah membangun 166 dan akan membangun total 500 sekolah asrama ini dan 500 lainnya, bukan sekolah asrama, tetapi pusat-pusat keunggulan untuk mendorong anak-anak lain yang lebih cemerlang. Selain itu, saya juga telah memulai 20 sekolah asrama baru bagi anak-anak berbakat secara akademis," ucap Presiden.


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.