Jakarta (ANTARA) - Global Infotech Solution (GIS) kembali meraih penghargaan dari lembaga evaluasi internasional EcoVadis untuk tahun 2026 atas komitmen mendorong praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkelanjutan dalam tata kelola di industri teknologi.

"Berkat mendorong praktik ESG di industri teknologi, GIS kembali meraih bronze medal EcoVadis 2026," kata Managing Director GIS Amon Fernandes dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kian menjadi tolok ukur penting dalam industri teknologi, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan keberlanjutan dari pelanggan global.

"Dalam konteks tersebut, Global Infotech Solution (GIS) kembali mempertahankan penilaian keberlanjutan dari lembaga evaluasi internasional EcoVadis untuk tahun 2026," ujarnya.

Setelah sebelumnya memperoleh badge Committed pada 2025, di awal tahun 2026 GIS berhasil meningkatkan peringkatnya ke kategori bronze medal, sebagai cerminan penguatan signifikan dalam kebijakan, proses, dan implementasi ESG di seluruh operasional perusahaan.

Menurutnya pencapaian itu juga menempatkan GIS di jajaran 35 persen perusahaan terbaik dari lebih dari 1.000 organisasi yang dinilai oleh EcoVadis.

Adapun terdapat empat aspek utama yang menjadi kerangka utama EcoVadis dalam menilai kinerja keberlanjutan perusahaan secara menyeluruh, yakni lingkungan, ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, etika, serta pengadaan berkelanjutan.

Keberlanjutan penilaian ini, kata dia, mencerminkan konsistensi GIS dalam membangun tata kelola dan praktik operasional yang selaras dengan standar global.

Baca juga: Konstruksi GIS 4 IKN sudah capai 50 persen

"ESG kini bukan lagi diferensiasi, tetapi prasyarat untuk bisa bertahan dan dipercaya di industri teknologi. Bagi GIS, penilaian EcoVadis menjadi alat ukur untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis kami berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Amon.

Menurutnya hasil penilaian tersebut didukung fondasi keberlanjutan yang telah dicapai GIS sepanjang tahun 2025, termasuk penerapan kerangka ESG melalui berbagai kebijakan dan inisiatif internal, serta didukung oleh perolehan sertifikasi ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 45001 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

"Komitmen ini juga tercermin melalui pengakuan eksternal di bidang tanggung jawab sosial perusahaan, termasuk perolehan Top CSR Award 2025," ucapnya.

Baca juga: Pemprov Jakarta gunakan teknologi GIS pantau kondisi ekosistem laut

Sepanjang 2025 hingga memasuki tahun 2026, GIS memperkuat komitmen keberlanjutan melalui berbagai inisiatif lintas organisasi, mulai dari peningkatan penggunaan kendaraan listrik oleh jajaran direksi, penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).

Selain itu, pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, hingga program pengelolaan dan daur ulang limbah operasional melalui GIS Recycling, serta GIS Scholarship untuk mendukung pengembangan pendidikan di bidang teknologi informatika.

GIS juga mendorong efisiensi dan tanggung jawab operasional melalui optimalisasi konsumsi energi, digitalisasi proses internal untuk mengurangi penggunaan kertas, hingga peningkatan standar keselamatan dan kesejahteraan karyawan, serta keterlibatan pemasok yang menerapkan prinsip pengadaan berkelanjutan.

"Selain aspek operasional, GIS melanjutkan berbagai kontribusi sosial dan lingkungan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan," bebernya.

Pendekatan itu, tambah Amon, sejalan dengan peran GIS sebagai perusahaan sistem integrator, yang tidak hanya menyediakan solusi teknologi, tetapi juga berupaya menciptakan dampak berkelanjutan bagi industri dan komunitas di sekitarnya.

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026