Lombok Utara (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menyosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya memperluas penerima manfaat dan memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Kegiatan sosialisasi program MBG dipusatkan di GOR Gyfa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini menjadi sosialisasi perdana program MBG di Pulau Lombok pada 2026 dan dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar, Camat Gangga Mahgzan Zohdi, serta Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Teguh Supangardi.
Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Pemerintah menilai pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini menjadi faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat dan cerdas.
Baca juga: MBG jadi kunci masa depan anak, DPR tekankan perang lawan stunting di Lombok Utara
Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar mengatakan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa kualitas kecerdasan anak bangsa yang memadai.
Menurut dia, kecerdasan tersebut hanya dapat dibangun melalui pemenuhan gizi yang seimbang dan berkelanjutan sejak dini.
"Program Makan Bergizi Gratis ini menyangkut persoalan besar dan sudah menjadi kewajiban negara kepada masyarakat. Peningkatan kualitas manusia harus dimulai dari peningkatan kualitas gizi anak bangsa," katanya.
Baca juga: BGN sosialisasi pembentukan dapur MBG di Lombok Utara
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menjadikan program MBG sebagai program prioritas nasional bukan karena kepentingan politik, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk membangun negara yang kuat, berdaulat, sejahtera, dan dihormati di tingkat internasional.
"Semua itu dimulai dari peningkatan kualitas manusia. Negara hadir sejak anak masih dalam kandungan, saat menyusui, hingga masa sekolah dengan memberikan makanan bergizi gratis," ujarnya.
Muazzim juga menyampaikan bahwa kehadiran program MBG diharapkan mampu menghapus kesenjangan akses gizi akibat perbedaan kondisi ekonomi keluarga.
Selama ini, keterbatasan ekonomi sering berdampak pada rendahnya kecukupan gizi anak, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat kecerdasan dan kualitas pendidikan.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, program MBG dinilai memiliki efek ekonomi bagi masyarakat. Bahan pangan yang digunakan dalam program ini diharapkan berasal dari potensi lokal, seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, dan ayam, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Melalui sosialisasi ini, BGN berharap masyarakat dan pemerintah daerah dapat memahami tujuan serta mekanisme pelaksanaan program MBG, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemerataan akses gizi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pewarta : Awaludin
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026