Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau di bulan Ramadhan 1447 hijriah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbawa Barat Nurul Syaspri Akhdiyanti di Sumbawa Barat, Selasa, mengatakan Kecamatan Seteluk merupakan lokasi kedua pelaksanaan GPM yang digelar bersamaan dengan Kecamatan Brang Rea pada hari yang sama, setelah sebelumnya dilaksanakan perdana di Kecamatan Taliwang pada Jumat, 13 Februari 2026. 

"Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang HBKN di antaranya Imlek, Nyepi, bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah," katanya.

Ia mengatakan pemerintah memberikan subsidi lebih dari 60 persen agar masyarakat tetap dapat menjangkau harga bahan pokok meskipun harga di pasaran mengalami kenaikan signifikan. 

"Saat ini, harga cabai di pasar bahkan hampir mencapai Rp200.000 per kilogram," katanya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Lombok Tengah gelar pangan murah tekan harga

Pada kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan stok cabai sebanyak 100 kilogram. Adapun harga bahan pokok yang dijual dalam GPM antara lain minyak goreng Rp15.000 per liter, gula Rp15.000 per kilogram, cabai keriting Rp10.000 per bungkus (¼ kilogram) atau setara Rp40.000 per kilogram, cabai rawit Rp12.000 per bungkus (¼ kilogram) atau setara Rp48.000 per kilogram.

"Serta beras SPHP Rp57.000 per kemasan 5 kilogram," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan GPM secara bertahap di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional. 

Baca juga: Harga cabai tembus Rp95 Ribu, Pemprov NTB turun tangan

Salah seorang warga Desa Seteluk Tengah Ibu Suhartini  menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas pelaksanaan GPM tersebut. Ia mengaku sangat terbantu karena dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. 

“Biasanya sebelum bulan suci Ramadan, harga cabai di pasar bisa mencapai Rp130.000 per kilogram, di sini jauh lebih murah. Minyak goreng dua liter seharga Rp30.000, sedangkan di pasar Rp20.000 per liter,” ujarnya. 

Baca juga: Mataram sambut Ramadhan, Warga bisa beli pangan murah langsung dari distributor

Sekretaris Kecamatan Seteluk Apriadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. 

Menurutnya, GPM menjadi langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, salah satunya dengan menanam sayur-mayur di pekarangan rumah minimal satu tanaman produktif sebagai langkah sederhana memperkuat kemandirian pangan," katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026