Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap berkomitmen mewujudkan pembangunan destinasi pariwisata kerakyatan di wilayah Kecamatan Brang Ene.

"Pemerintah daerah memiliki program unggulan dalam Kartu Sumbawa Barat Maju Luar Biasa, yang salah satunya adalah pengembangan pariwisata kerakyatan," kata Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah saat acara sosialisasi program pariwisata kerakyatan di Sumbawa Barat, Senin.

Ia mengatakan, selama ini wisatawan yang datang ke wilayah pesisir seperti Sekongkang, Jelenga, dan Kertasari cenderung hanya beraktivitas di hotel dan menikmati pantai.

"Perputaran ekonomi belum sepenuhnya menyentuh masyarakat luas," katanya .

Olah karena itu, pemerintah daerah ingin menggeser konsep wisata dari pesisir menuju kawasan tengah masyarakat, khususnya potensi alam di Kecamatan Brang Ene.

"Brang Ene dinilai memiliki potensi luar biasa berupa hamparan sawah, bantaran sungai, dan perbukitan yang sangat menarik," katanya.

Baca juga: Sumbawa Barat miliki 91 destinasi wisata

Ia mengatakan, konsep yang dikembangkan berupa jalur wisata sepanjang kurang lebih 5 kilometer dengan lebar dua meter yang dibangun menggunakan paving blok, melintasi wilayah persawahan, bantaran sungai, hingga perbukitan di Desa Menemeng, Mura, Kalimantong dan Mujahidin.

Di sepanjang jalur akan dibangun lima titik cek point yang dikelola oleh BUMDes masing-masing desa nantinya atau Bumdes bersama.

Selain itu, di titik tersebut akan tersedia tempat istirahat, spot foto ikonik, serta peluang usaha seperti penjualan hasil pertanian dan produk lokal.

"Pengunjung dapat menikmati wisata jalan kaki maupun bersepeda, dengan sistem tiket masuk berupa gelang penanda dari pintu masuk yang direncanakan berada di sekitar Puskesmas Brang Ene," katanya.

Baca juga: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia

Pemerintah daerah telah melakukan survei dan menyelesaikan perencanaan dan tahun ini dialokasikan anggaran kurang lebih Rp8 miliar untuk merealisasikan program tersebut.

"Pembangunan ini tidak dilakukan dengan pembebasan lahan, melainkan memanfaatkan jalur seminimal mungkin agar tidak mengganggu kepemilikan lahan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, saluran irigasi dijamin tetap berfungsi dengan baik, bahkan akan diperbaiki. Pelintasan khusus untuk alat pertanian seperti traktor dan combine harvester juga disiapkan agar aktivitas pertanian tetap berjalan normal.

"Kami upayakan seminimal mungkin mudaratnya dan sebanyak mungkin manfaatnya,” katanya.

Ke depan, pengelolaan kawasan wisata ini akan dilakukan oleh BUMDes atau BUMDes Bersama.

"Selain itu, akan dibangun enam unit bungalow di kawasan Bendungan Tiu Suntuk untuk mendukung layanan penginapan yang dapat dikerjasamakan dengan BUMDes," katanya.

Baca juga: Temuan bayi hiu paus bukti ekosistem laut masih subur di Teluk Saleh



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026