Bima (ANTARA) - Seorang pengendara mobil diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah warga di jalan lintas Tente-Parado, tepatnya di Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu.

Korban bernama Adnan (30), warga Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama istrinya melintas menuju Desa Simpasai menggunakan mobil.

Adnan mengaku setibanya di Desa Tangga, perjalanan mereka terhenti akibat adanya kerumunan warga yang menutup akses jalan menggunakan batu dan kayu.

"Melihat ada aksi penutupan jalan, saya turun dari mobil. Sementara istri di dalam mobil," katanya.

Baca juga: Polres Bima amankan pelaku penganiayaan picu blokade jalan lintas Bima-Sumbawa

Ia kemudian meminta agar akses jalan yang diblokade tersebut dibuka karena mengganggu pengguna jalan dan menyebabkan kemacetan.

"Saya meminta baik-baik agar jalan yang ditutup segera dibuka. Karena kami tak bisa melintas dan mengundang kemacetan panjang," ujarnya.

Namun, permintaan tersebut tidak diterima oleh warga. Ia mengaku tiba-tiba sejumlah orang melakukan pengeroyokan terhadap dirinya. Korban bahkan dikejar saat berusaha menyelamatkan diri dari kerumunan massa.

"Saya dikeroyok ramai-ramai hingga mengalami luka lecet dan bengkak di bagian mata serta memar di bagian bahu," katanya.

Baca juga: Merawat damai di jalan yang retak

Atas kejadian itu, Adnan telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bima pada hari yang sama. Ia berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Saya harapkan agar persoalan ini diatensi secepatnya," ujarnya.

Kapolsek Monta AKP Sudarto, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut. "Ya benar, kejadiannya tadi siang," kata Sudarto.

Ia menyampaikan, korban telah mengadukan peristiwa tersebut secara resmi ke Polres Bima.

"Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi Polres Bima, karena korban sudah mengadukan resmi ke sana tadi," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026