Bima (ANTARA) - Polres Bima mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang memicu aksi blokade jalan di Cabang Daru, Desa Darusalam, Kecamatan Bolo, sehingga arus lalu lintas Bima-Sumbawa yang sempat tersendat akhirnya kembali dibuka dan normal, Selasa sore.
Aksi blokade jalan tersebut, berlangsung sekitar tiga jam setelah warga Desa Darusalam mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku berinisial Y warga Desa Sanolo, yang diduga penganiayaan terhadap salah satu warga mereka pada Sabtu (6/12) lalu.
Kapolres Bima, AKBP Eko Sutomo SIK, MIK melalui Kasi Humas, AKP Adib Widayaka, menyampaikan bahwa terduga pelaku berhasil diamankan pada Selasa sekitar pukul 14.00 Wita.
"Benar, terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Bima,” kata saat dihubungi ANTARA, Selasa malam.
Adib mengatakan, setelah penangkapan terduga pelaku dilakukan, warga kemudian sepakat membuka kembali blokade jalan dan situasi berangsur kondusif.
"Arus lalu lintas Bima-Sumbawa yang sebelumnya tersendat, telah kembali normal dan dapat dilalui masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Imbas tawuran pelajar, Akses jalan lintas Bima-Sumbawa diblokir warga
Kapolres Bima mengimbau, masyarakat agar tidak melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes, mengingat tindakan itu melanggar hukum dan mengganggu aktivitas publik.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempercayakan penanganan perkara kepada aparat, serta bersama menjaga keamanan dan ketertiban," katanya seperti dikutip Adib.
Ia menekankan, kedua belah warga Dusun Sonco dan Darussalam menjaga situasi di wilayah masing-masing dan tidak terpancing hingga kembali melakukan blokade jalan.
"Kami minta tidak ada lagi aksi blokir jalan. Percayakan kepada kami (Polisi) untuk menangani terkait persoalan dan masalah yang terjadi," imbuhnya.
Baca juga: Satu warga tertembak dan dua polisi terluka imbas ketegangan di Bima
Adib menambahkan, meski kondisi lalu lintas telah kembali lancar, personel Satuan Lalu Lintas tetap disiagakan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan," pungkasnya.
Diketahui, peristiwa ini bermula dari tawuran antarpelajar SMAN 2 Bolo. Oleh salah satu warga Sonco Desa Sanolo kemudian, melakukan penganiayaan pada warga Desa Darussalam. Akibatnya, warga tidak terima kemudian melakukan blokade jalan pada Sabtu (6/12).
Saat aparat gabungan Polres Bima dan Polsek Bolo mengamankan Y, warga Dusun Sonco, Desa Sanolo, menghadang hingga terjadi bentrokan antara warga dan polisi.
Dalam bentrokan tersebut, dua anggota polisi, Bripka Bahtiar dan Bripka Jafar, terluka akibat lemparan batu dan kayu. Selain itu, seorang warga bernama Irwan terkena tembakan dan masih menjalani perawatan di RSUP NTB.
Baca juga: Ketegangan di Sanolo Bima, Satu Warga dan polisi jalani perawatan di RSUP NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Bara yang meletup di lintas Bima-Sumbawa
Baca juga: Merawat damai di jalan yang retak
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026