Moskow (ANTARA) - Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Israel siap menyerang Iran tanpa keterlibatan AS, lapor surat kabar The Washington Post, Minggu (8/3) dengan mengutip sejumlah pejabat.

Namun pada saat yang sama, Netanyahu dilaporkan juga menginginkan Trump memberikan persetujuan terhadap operasi militer tersebut. Menurut laporan surat kabar itu, dalam percakapan telepon pada akhir Februari, Netanyahu mengatakan kepada Trump bahwa Israel memiliki informasi mengenai lokasi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan lingkaran dalamnya pada 28 Februari. Setelah itu, Trump memutuskan untuk mendukung operasi Israel.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, sebagai bentuk pertahanan diri.

Baca juga: AS berencana mengambil alih kendali sementara atas situs nuklir Iran

AS dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa serangan “pencegahan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, kemudian keduanya juga menyatakan ingin melihat terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.

Baca juga: PM Pakistan ke Teheran bawa harapan damai

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer tersebut. Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi AS dan Israel serta menyerukan deeskalasi segera dan penghentian permusuhan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

 

 

 

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026