Jakarta (ANTARA) - Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo menyatakan program pembangunan 3 juta rumah merupakan upaya mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila.
Hashim menilai program perumahan nasional tidak hanya menjawab kebutuhan hunian, tetapi juga menjadi langkah konkret pemerintah untuk mengatasi ketimpangan sosial yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
"Sekarang program yang kita saksikan hari ini, kita wujudkan hari ini, kita menuju sila kelima supaya rakyat kita betul-betul merasakan manfaat nyata dari pada kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara," kata Hashim dalam Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin.
Menurut Hashim, selama ini terdapat anggapan bahwa program perumahan lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah ke atas dibandingkan masyarakat berpenghasilan rendah. Padahal, kata dia, kebutuhan hunian layak justru lebih besar dirasakan oleh masyarakat di bawah kelas menengah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap perumahan terjangkau.
Ia menjelaskan pembentukan Satgas Perumahan dua tahun lalu bertujuan mempercepat upaya pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mengurangi backlog perumahan nasional.
"Maka Satgas Perumahan dibentuk dua tahun lalu agar supaya mempercepat proses ini, untuk memenuhi sila kelima kita. Agar supaya Pancasila bukan hanya slogan-slogan kosong saja," ujar Hashim.
Backlog perumahan adalah kesenjangan antara jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat dengan jumlah rumah yang tersedia.
Baca juga: Para inovator BTN Housingpreneur siap mendukung program perumahan
Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebijakan perumahan yang lebih inklusif sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Hashim menilai pembangunan perumahan rakyat juga menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai Pancasila agar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang dirasakan masyarakat.
Ia mengatakan selama ini perhatian publik sering lebih banyak tertuju pada sila pertama hingga ketiga, sementara sila kelima mengenai keadilan sosial belum sepenuhnya terimplementasi. Melalui program pembangunan 3 juta rumah, pemerintah berupaya memperkuat penerapan sila kelima agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran negara.
Baca juga: Prabowo menerima laporan pembangunan rusun di Cikarang seluas 30 hektare
Hashim juga menyinggung makna lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menurutnya mencerminkan cita-cita para pendiri bangsa untuk menghadirkan Indonesia merdeka sekaligus Indonesia yang sejahtera.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta merupakan langkah awal menuju kesejahteraan rakyat. Namun demikian, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan keadilan sosial meskipun Indonesia telah merdeka selama puluhan tahun.
Karena itu, Hashim menegaskan program pembangunan perumahan rakyat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera serta menghadirkan Indonesia yang benar-benar merdeka dan bahagia.
"Pada intinya para pendiri bangsa kita ingin Indonesia bahagia. Indonesia merdeka sudah!. Indonesia bahagia, ini yang saya berapa kali ketemu Presiden (Prabowo Subianto) selalu kita mau wujudkan Indonesia bahagia," kata Hashim.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026