Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengevaluasi gaya permainan mereka setelah kandas di babak semifinal Orleans Masters 2026.
Dalam laga semifinal yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Sabtu, Rachel/Febi harus mengakui ketangguhan ganda Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi dua gim langsung 10-21, 20-22.
Setelah pertandingan usai, Rachel menguraikan bahwa kondisinya yang cukup tegang menjadi salah satu faktor hilangnya koordinasi dalam menerapkan skema selama pertandingan ini.
"Hari ini kami bermain cukup tegang dan karena mereka pasangan baru jadi ada pola dan gaya permainan baru yang membuat kami cukup kebingungan," kata Rachel dikutip dari keterangan PBSI.
Baca juga: Alwi akui tampil antiklimaks final Swiss Open 2026
Sementara itu, Febi mengatakan bahwa variasi serangan dari ganda Jepang tersebut sangatlah menyulitkannya selama pertandingan.
"Mereka punya banyak variasi permainan dan depannya benar-benar ditutup dan mencari posisi terus. Ini membuat kami ragu-ragu untuk mengembalikan bola," ungkap Febi.
Rachel berharap dengan kekalahan ini ke depannya mampu menerapkan sejumlah evaluasi terutama dalam skema bertahan.
Baca juga: Pebulu tangkis Amri/Nita berusaha atasi inkonsistensi setelah terhenti di Swiss Open
"Dari sini kami harus lebih siap dan dikuatkan lagi posisi bertahannya apalagi dengan kondisi shuttlecock yang kencang. Harus lebih tenang lagi," ujar Rachel.
Dengan kandasnya ganda unggulan kedelapan itu di babak semifinal sekaligus memupus asa tim bulu tangkis Indonesia untuk mengangkat gelar juara Orleans Masters di sektor ganda putri pada tahun ini.
Pewarta : Fajar Satriyo
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026