Mataram, 3/10 (ANTARA) - Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ketinggian gelombang di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) masih cukup, karenanya tetap perlu diwaspadai. 

Informasi dari BMKG menyebutkan,  ketinggian gelombang 2 - 3 meter berpeluang terjadi di perairan utara Aceh, perairan barat Aceh hingga Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), Selat Bali bagian selatan, serta Selat Lombok bagian selatan.

Sedangkan ketinggian gelombang 3 - 4 meter berpotensi terjadi di perairan barat Bengkulu hingga Lampung, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat dan Samudera Pasifik timur Filipina, sementara ketinggian gelombang 4 - 5 meter berpeluang terjadi di  Laut Andaman.

Sementara itu, siklon tropis Parma pada pukul 07.00 WIB berada di posisi   17,3 derajat Lintang Utara (LU), 122,9 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 1578 km sebelah Utara Tahuna.

Siklon tersebut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 11 knots (21 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum 75 knots (140 km/jam).

  Diprediksikan  24 jam yang akan datang siklon tropis Parma berada di

posisi 19,4 derjat LU, 121,3 derajat BT (sekitar 1835 km sebelah Utara Tarakan).

Kecepatan angin maksimum 75 knots (140 km/jam).

  Siklon tropis itu berdampak terhadap cuaca di Indonesia. Dampak tersebut berupa adanya daerah pertemuan angin di daerah Sumatera bagian tengah dan Kalimantan bagian utara yang menyebabkan tumbuhnya awan-awan konvektif dengan potensi hujan ringan - sedang dan gelombang tinggi lebih 2 meter di perairan sebelah utara Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan perairan sebelah utara Laut Sangihe Talaut.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026