Mataram (ANTARA) - Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap remaja bernama Heri Saputra (16), warga Desa Mertak, Kabupaten Lombok Tengah yang hilang terseret air bah di Air Terjun Temburun Nanas Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

"Pada pencarian hari kedua ini tim mengerahkan drone untuk melakukan pemantauan udara di sepanjang aliran sungai guna mendeteksi keberadaan korban," kata Koordinator Lapangan Kantor SAR Mataram Dewa Gede Kerta di Mataram, Selasa.

Pihaknya bersama potensi SAR setempat tengah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, sehingga personel lainnya melakukan penyisiran manual dari titik jatuhnya korban hingga ke muara di Bendungan Meninting.

“Untuk mengoptimalkan pemantauan terutama di medan yang sulit dijangkau, kami merencanakan penggunaan drone guna melakukan pemetaan udara dan pencarian visual dari ketinggian" ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi alam menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. "Kendala kami adalah cuaca yang tidak menentu, debit air yang fluktuatif, arus yang sangat kuat hingga medan sungai yang didominasi bebatuan besar dan licin serta banyaknya jeram," tambahnya.

Baca juga: Tim SAR mencari wisatawan hanyut di Air Terjun Lombok Barat

Peristiwa nahas ini bermula pada Senin (6/4) siang, saat korban bersama rekan-rekannya berwisata di Air Terjun Temburun Nanas. Tanpa diduga, air bah datang menerjang dan menyeret dua orang remaja ke aliran sungai.

"Satu korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara Heri Saputra terbawa arus dan belum ditemukan," katanya.

Baca juga: Selamatkan keluarga, Pemuda Lombok Timur hilang terseret ombak di Tanjung Beloam

Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, di antaranya Kantor SAR Mataram, TNI dan Polri, BPBD Kabupaten Lombok Barat, Damkartan Kabupaten Lombok Barat, Perangkat Desa Bukit Tinggi dan warga setempat.

"Tim SAR gabungan masih terus berupaya maksimal di lapangan dengan harapan korban dapat segera ditemukan," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026