"Konsep CFN ke depan mulai ada perbedaan dari sebelumnya dengan melibatkan pelaku ekonomi kreatif,"
Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merubah konsep Car Free Night (CFN) yang digelar setiap Sabtu malam di jalan protokol Kota Praya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Konsep CFN ke depan mulai ada perbedaan dari sebelumnya dengan melibatkan pelaku ekonomi kreatif," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Muhamad Hatta di Lombok Tengah, Senin.
Ia mengatakan format CFN awalnya itu lebih kepada pelibatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor kuliner.
Oleh karena itu, CFN ini dilaksanakan sebagai wadah dalam mendukung 17 subsektor ekonomi kreatif, karena mereka memiliki karya dan diharapkan dapat dipasarkan dalam CFN tersebut.
Terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia di antaranya pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan dan aplikasi.
"Artinya CFN itu tidak hanya kuliner yang ditampilkan, tetapi produk 17 subsektor ekonomi kreatif itu juga," katanya.
Ia mengatakan dengan adanya pengembangan CFN ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lombok Tengah.
"Ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.
Selain itu, kegiatan CFN tidak hanya dipuaskan di kabupaten, namun direncanakan juga dilaksanakan di ibu kota kecamatan atau di 12 kecamatan di Lombok Tengah.
Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan CFN itu disesuaikan dengan kondisi anggaran yakni tetap satu kali dalam sebulan, termasuk di tingkat kecamatan kedepannya.
"Pelaku UMKM di Lombok Tengah dilibatkan semua," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026