Jakarta (ANTARA) - Head of Communication, Relations, CID & CSR PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Ery Ridwan menegaskan komitmen Pertamina mendukung ekosistem pendidikan tinggi untuk mendalami sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
"PHE ONWJ selalu terbuka untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman riil operasional kepada para akademisi,” ucap Ery dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Wujud dari dukungan tersebut adalah Pertamina yang menerima kunjungan lapangan 23 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang, Jakarta.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pipeline Design Competition (PDC) pada ajang Mechanical Festival (M-Fest) 2026 yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca juga: Eks Direktur Pertamina akan menggugat LHP BPK kasus korupsi LNG ke PTUN
“Kami berharap wawasan langsung mengenai kompleksitas fasilitas hulu migas ini dapat menginspirasi peserta M-Fest 2026 untuk terus berinovasi, dan kelak siap menjadi motor penggerak kemajuan industri energi di Indonesia," ujar Ery.
M-Fest merupakan festival tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa S1 Teknik Mesin ITB. M-Fest berisi kegiatan dan kompetisi seputar inovasi yang sejalan dengan keilmuan mahasiswa. Salah satu kompetisi yang diselenggarakan adalah PDC.
Ketua Pelaksana M-Fest 2026 Rafi Akbar Maulana menyampaikan fasilitas PHE ONWJ sejalan dengan fokus kompetisi mereka.
Baca juga: Dewa United petik kemenangan 94-79 lawan Satria Muda
"Kami memilih PHE ONWJ karena merupakan salah satu perusahaan strategis di sektor energi nasional yang memiliki fasilitas operasi dan sistem perpipaan yang relevan dengan bidang kompetisi PDC, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif," kata Rafi.
Mahasiswa diberikan pemahaman mendalam terkait proses bisnis spesifik di ORF Muara Karang, yang berperan vital sebagai fasilitas penerima darat dalam mengelola aliran gas bumi secara aman, andal, dan efisien.
Setelah mendapatkan pembekalan materi teoritis, para mahasiswa berkesempatan untuk melakukan peninjauan langsung ke area fasilitas jaringan pipa energi.
Selaras dengan komitmen Perusahaan terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), seluruh kegiatan lapangan dilaksanakan dengan standar keselamatan yang ketat.
Melalui observasi langsung di lapangan, para calon insinyur ini dapat melihat secara konkret implementasi desain, instalasi, dan pemeliharaan fasilitas perpipaan di dunia nyata.
Kegiatan peninjauan ini diharapkan mampu menjembatani teori akademik dengan praktik operasional sesungguhnya, sekaligus memperkaya wawasan para mahasiswa dalam melahirkan inovasi desain perpipaan yang aman dan efisien bagi industri minyak dan gas bumi nasional di masa depan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pertamina dukung ekosistem pendidikan tinggi di sektor hulu migas
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026