"Sekitar 10.000 ton sampah yang tersisa di TPS Sandubaya itu hanya di lahan milik kami, sedangkan di lahan milik swasta PT Pade Angen yang kami sewa sudah bersih,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menargetkan sekitar 10.000 ton sampah di Tempat Penampungan Sampah (TPS) Sandubaya, akan tuntas dalam dua bulan ke depan.
"Sekitar 10.000 ton sampah yang tersisa di TPS Sandubaya itu hanya di lahan milik kami, sedangkan di lahan milik swasta PT Pade Angen yang kami sewa sudah bersih," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Sabtu.
Saat ini, katanya, proses pembersihan lahan terus berjalan melalui kegiatan gotong royong harian sehingga seluruh sisa sampah yang ada ditargetkan tuntas sepenuhnya dalam jangka waktu dua bulan ke depan.
Setiap harinya sekitar 40 ton sampah diangkut dari lokasi tersebut, angka ini berasal dari rata-rata 20 ritase kendaraan dump truck per hari di mana setiap truk mampu mengangkut sekitar 2 ton sampah yang di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat.
Meski sisa sampah yang tertumpuk diperkirakan masih mencapai angka 10.000 ton, namun keberadaan tiga mesin insinerator di lokasi sangat membantu mempercepat proses pengurangan volume sampah tersebut.
"Satu insinerator bisa membakar sampah hingga 30 ton per hari, karena kapasitas masing-masing insinerator sebanyak 10 ton," katanya.
Sementara, lanjut Denny, sebagai langkah jangka panjang dan untuk mencegah penumpukan kembali di TPS Sandubaya kini mulai beralih ke sistem TPS mobile atau tempat pembuangan sampah keliling.
Dengan demikian, warga atau petugas kendaraan roda tiga yang membawa sampah dari lingkungan tidak lagi diperbolehkan membuang sampah ke dalam lahan seperti sebelumnya.
Petugas roda tiga, harus menaikkan sampah langsung ke dump truk pada waktu yang sudah disepakati. Dengan demikian, tidak ada lagi sampah baru yang dibuang di areal TPS tersebut.
"Dengan langkah-langkah itu, kami harapkan masalah sampah di titik-titik krusial wilayah Sandubaya dapat teratasi secara sistematis dan berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Tempah Dedoro diperluas di Mataram, Sekolah jadi pengolah sampah organik
Baca juga: SPPP MBG Mataram diminta buat 'tempah dedoro'
Baca juga: Angin kencang tumbangkan pohon asam di Abian Tubuh Mataram
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026