Dompu (ANTARA) - Wakil Bupati Dompu Syirajuddin menegaskan bahwa rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan negara yang harus dipahami dan dibanggakan oleh seluruh masyarakat, terutama generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan Kesehatan Reproduksi yang merupakan sinergi program Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu di Aula Pendopo Kabupaten Dompu, Kamis.
"Rupiah bukan sekadar kertas atau logam yang kita gunakan untuk bertransaksi, akan tetapi rupiah merupakan simbol kedaulatan negara, bukti kemandirian bangsa, dan identitas kita sebagai warga negara Indonesia," kata Syirajuddin.
Menurut dia, pemahaman terhadap nilai dan fungsi rupiah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekonomi masyarakat. Karena itu, edukasi CBP Rupiah perlu terus diperluas agar masyarakat tidak hanya menggunakan rupiah dalam transaksi, tetapi juga memahami makna strategisnya bagi perekonomian nasional.
Ia berharap seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pemuda hingga orang tua, semakin memahami dan peduli terhadap rupiah sebagai lambang kedaulatan bangsa.
"Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat semakin paham dan semakin peduli akan rupiah. Mari kita jadikan rupiah sebagai kebanggaan kita, dan gunakan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab," ujarnya.
Syirajuddin menilai penguatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, sosialisasi CBP Rupiah kali ini dipadukan dengan edukasi kesehatan reproduksi yang menjadi bagian dari Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Baca juga: Polres Bima sita narkoba dari penangkapan anggota Bhayangkari Dompu
Menurutnya, kesehatan reproduksi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, produktif dan berdaya saing.
"Kesehatan reproduksi bukan hanya masalah kesehatan pribadi, tetapi masalah masa depan keluarga dan masa depan daerah kita. Keluarga yang sehat, terencana dan berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas, kuat dan berdaya saing," katanya.
Ia menambahkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi dapat menjadi langkah preventif dalam mengurangi berbagai persoalan sosial, seperti pernikahan usia dini, kehamilan yang tidak direncanakan, hingga berbagai risiko kesehatan lainnya yang dapat memengaruhi kualitas generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Syirajuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan terhadap program-program pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Dompu.
Baca juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, STM ajak pelajar Dompu daur ulang limbah
Menurut dia, kolaborasi lintas sektor antara BI dan pemerintah daerah menjadi model kemitraan yang perlu terus diperkuat guna mendukung berbagai agenda pembangunan, termasuk peningkatan literasi ekonomi masyarakat.
"Dukungan Bank Indonesia terhadap program dan kegiatan DPPKB Kabupaten Dompu sangat membantu pelaksanaan program yang telah kami rencanakan. Kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan secara berkelanjutan dan dapat diperluas dengan perangkat daerah lainnya," katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Ignasius Adhi Nugroho mengatakan kampanye CBP Rupiah bertujuan menanamkan kesadaran bahwa rupiah merupakan simbol kedaulatan dan identitas negara yang harus dijaga bersama.
Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri serta mengelola keuangan secara bijak.
Kepala DPPKB Kabupaten Dompu Hj. Daryati Kustilawati mengatakan kegiatan yang mengangkat tema "Remaja Sehat, Cerdas Finansial, dan Berkarakter" tersebut diikuti pelajar dari 9 SMA/sederajat, Generasi Berencana (Genre), Forum Anak Dompu (FAD) dan para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kabupaten Dompu.
Menurut dia, kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sekaligus membangun kecerdasan finansial sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026