Mataram, 20/10 ANTAAR) - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Susulo Bambang Yodoyono dan Boediono disambut unjuk rasa di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa.
ANTARA di Mataram, melaporkan, sekitar 100 gabungan mahasiswa dari berbagai elemen melakukan demo di perapatan Jalan Udayana Mataram dengan dijaga puluhan aparat keamanan.
Aksi demo tersebut disamping membuat macet juga mengundan perhatian lalu lintas yang lalu lalang sementara sejumlah mahasiswa lainnya membagi-bagikan selebaran.
Koordinator Lapangan, L. Joni Suryadi mengatakan, hari ini adalah hari pelantikan SB-Boediono dan selama kepepimpinan SBY lima tahun lalu hingga kini masih ada masyarakat yang krang sejahtera.
Disamping itu, banyak terjadi perampasan tanah rakyat secara besar-besaran, perusahaan-perusahaan besar semakin diberikan ruang untuk memonopoli tanah secara besar-besaran.
Misalnya tragede berdarah di areal Bandara Internasional Lombok (BIL) di Tanak Awu, Lombok Tengah pada 18 September 2005 dan tragedi Rumpin-Bodor pada Januari 2007 dan Karang Sari, Garut disamping semakin banyaknya subsidi publik yang dicabut.
Sementara itu, tingkat derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat NTB hingga kini masih berada di bawah rata-rata nasional.
"Misalnya untuk angka harapan hidup bagi masyarakat NTB masih berdada pada 59,8 tahun sementara nasional 77,3 tahun," katanya.
Sebelumnya aksi demo dilakukan Sukarelawan Perjuangan Rakyat Pembebasan Tanah Air (SPARTAN) NTB, yang menolak pro Neolebralisme dipimpin Yuda Anggara.
Dikatakan, penduduk miskin di NTB tercatat 24,94 persen atau sekitar 1,03 jiwa dari jumlah penduduk NTB 4,5 juta jiwa sehingga NTB berada pada urutan 32 dari 33 propinsi di Indonesia. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026