Mataram, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjanjikan hadiah Umrah bagi camat yang berhasil menghilangkan buta aksara di wilayahnya saat mengimplementasikan program buta aksara metoda Keaksaraan Fungsional (KF) Innova Kreatif 32 Hari.

   "Ya, hadiah Umrah bagi camat yang berhasil. Tadi ada camat yang meminta itu dan kami akan realisasikan jika berhasil," kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Badrul Munir.

   Wagub mengatakan hal itu kepada wartawan usai memimpin rapat koordinasi pemantapan pelaksanaan program buta aksara metoda KF Innova Kreatif 32 Hari itu, di Mataram, Sabtu.

   Wagub NTB dari kalangan birokrat itu ditemui untuk mendapatkan ketegasan atas keinginan sejumlah camat yang meminta garansi jika sukses mengimplementasikan program buta aksara itu.

   Munir pun sempat menjawab keinginan camat itu dalam pertemuan tersebut namun tidak merinci hadiah Umrah yang dimaksud untuk camat yang paling sukses atau hanya sekedar sukses menghilangkan buta aksara di wilayahnya.

   "Sudah saya jawab pertanyaan itu. Memang hadiahnya Umrah bagi camat yang sukses mengimpelemntasikan program buta aksara itu, agar mereka termotivasi," ujarnya.

   Diakuinya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB sudah melakukan uji coba program buta aksara yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yakni metoda KF Innova Kreatif 32 Hari.

   Hasil uji coba dianggap layak diteruskan sehingga secara serentak akan diimplementasikan di berbagai kabupaten/kota di wilayah NTB, mulai Senin (2/11) mendatang.

   Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Karawang cukup efektif dan terbukti mampu menuntaskan 117.710 buta aksara hanya dalam waktu tiga tahun.

   Karena itu sebagian besar daerah di Indonesia melakukan studi banding program penuntasan buta aksara di Karawang, dan NTB merupakan provinsi ke-26 yang melakukan studi banding ke daerah itu sampai awal tahun 2009. 

   Keberhasilan Kabupaten Karawang dalam menuntaskan buta aksara tersebut tidak terlepas dari metode yang digagas pertama kali oleh Bupati Karawang, Dadang S Muchtar.

   Melalui metode tersebut, para buta aksara akan mengikuti pelatihan sebanyak 114 jam selama 32 hari. Mereka belajar secara berkelompok di mana setiap kelompok berisi 20 orang dengan tutor sebanyak 2 orang.

   Untuk memotivasi para buta aksara untuk mengikuti pelatihan tersebut, Pemkab Karawang juga memberikan insentif sebesar Rp3.000/hari bagi masyarakat yang mau mengikuti pelatihan, dan memberikan honor untuk masing-masing tutor sebesar Rp600 ribu.

   Keberhasilan Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari itu telah diakui oleh Pemerintah Pusat, sehingga Departemen Pendidikan Nasional memberikan Anugrah Aksara kepada Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar.

   Anugrah tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat peringatan Hari Aksara Internasional tanggal 9 September 2007 di Mataram, NTB.

 

  Penyandang buta aksara 

 

  Menurut Munir, penyandang buta aksara di wilayah NTB saat itu terdata sebanyak 316.200 orang yang menyebar di 913 desa/kelurahan pada 10 kabupaten/kota.

  Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di wilayah NTB bertekad memberantas predikat buta aksara dalam beberapa tahun ke depan dan tahun ini sasarannya mencapai 129.000 orang.

  Untuk menuntaskan 129 ribu penyandang buta aksara NTB mendapat dukungan dana sebesar Rp28,85 miliar yang bersumber dari APBN, selain Rp6 miliar dari APBD NTB dan miliaran rupiah lainnya dari masing-masing kabupaten/kota. 

  Pemberantasan buta aksara dengan target 129 ribu orang itu diimplementasikan melalui program Keaksaraan Fungsional (KF) di seluruh desa di wilayah NTB.

  Di setiap desa akan dibentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang bertugas menampung kelompok belajar dengan dukungan anggaran Rp2,6 juta/kelompok. Setiap kelompok melibatkan 10 orang penyandang buta aksara.

  "Jika terlaksana sesuai rencana, maka pada tahun ini sebanyak 129 ribu penyandang buta aksara dapat dituntaskan, sisanya sebanyak 187.200 orang penyandang buta aksara akan dituntaskan pada tahun 2010 atau 2011," ujar Munir.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026