Mataram, 17/11 (ANTARA) - Koperasi simpan pinjam (KSP) dan usaha simpan pinjam (USP) di Nusa Tenggara Barat cukup berperan membantu modal usaha pedagang kecil  yang selama ini mengalami kesulitan permodalan karena mereka tidak memiliki akses ke bank.

   Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) NTB M Nur Asikin Amin di Mataram, Selasa, mengatakan hingga 30 September 2009 jumlah USP dan KSP di daerah ini mencapai 1.700 unit yang melayani anggota 384.193 orang yang umumnya pedagang kecil seperti pedagang bakulan di pasar.

   "Kalau anggota KSP/USP yang berjumlah 384.193 orang ini mendapat pinjaman antara Rp500.000 hingga Rp50 juta, maka yang bisa menikmati mencapai 1,3 juta penduduk dengan asumsi satu keluarga terdiri atas empat orang, ini berarti cukup banyak masyarakat yang mendapat manfaat dari keberadaan usaha tersebut," ujarnya.

   Karena itu, kata Nur Asikin, pihaknya akan terus berupaya membina KSP dan USP baik dari segi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola maupun bantuan permodalan agar lebih banyak lagi pedagang kecil yang mendapatkan pinjaman modal usaha.

   Ia mengakui sehubungan dengan kian berkembangnya KSP dan USP tersebut, akhir-akhir ini cukup banyak oknum yang memberikan pinjaman berkedok KSP/USP dengan bunga pinjaman lebih tinggi.

   "Saya mengakui akhir-akhir ini banyak yang memberikan pinjaman berkedok KSP/USP dan umumnya mereka menetapkan bunga pinjaman jauh lebih tinggi, namun ini sulit diberantas karena masyarakat membutuhkan pinjaman dalam waktu cepat," katanya.

   Menurut dia modal sendiri yang dimiliki KSP/USP hingga 30 September 2009 tercatat Rp246,77 miliar meningkat 9,01 persen dibandingkan dengan 2008 sebanyak Rp226,38 miliar, sementara modal luar hingga 30 September 2009 sebanyak  Rp303,82 miliar atau meningkat 9,42 persen dari tahun 2008 sebanyak Rp277,64 miliar.

   Nilai aset yang dimiliki KSP/USP di NTB juga cukup besar   Rp550,602 miliar atau naik 9,24 persen dibandingkan dengan tahun 2008 sebanyak Rp504,035 miliar, demikian juga volume usaha mengalami peningkatan 21,22 persen,  dari Rp681,43 miliar tahun 2008 menjadi  Rp826,05 miliar hingga September 2009.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026