Syiar Islam - Pengalaman berdakwah di kaki Gunung Tambora (2)

id Syiar Islam

(Foto: Idris)

Mataram (ANTARA) - Hari demi hari aku lalui dengan lembaran baru dan bermakna dalam sejarah hidupku, dimana aku bisa berkontribusi langsung dalam mencerdaskan anak bangsa di sana,
mengajarkan mereka baca Al Quran, cara berwudhu, bacaan salat dan doa sehari-hari dalam Islam.

Baca juga: Syiar Islam - Pengalaman berdakwah di kaki Gunung Tambora (1)


Mereka sangat antusias menerima setiap pelajaran yang aku sampaikan. Hatiku sangat bahagia, melihat keceriaan dan antusiasnya mereka dalam belajar ilmu agama, “Ya Allah berikanlah anak-anak ini kesitiqomahan dan keteguhan hati dalam mempelajari Din-Mu, jadikanlah mereka pejuang-pejuang Islam yang tangguh kelak.

Baca juga: Syiar Islam - 20 Hari di Bukit Bayan (1)
Baca juga: Syiar Islam - 20 Hari di Bukit Bayan (2)


Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (QS.‘Ibrahim14:40).

Menjelang hari terakhir berdakwahku di sana, aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan anak-anak di masjid, hatiku sedih dirundung pilu jika harus meninggalkan mereka, sementara mereka sudah  sangat nyaman bersamaku, terlalu
singkat kebersamaku dengan mereka, tapi aku berazam di dalam lubuk hatiku yang terdalam untuk mengabdikan diriku untuk mereka kelak.

Di tengah keheningan malam, kugelar sajadahku, memohon ampun kepada Allah SWT segala dosaku, lantunan pujian dan rasa syukur kepada-Mu
Ya Rabb, tetapkanlah hati hamba-Mu ini dalam keimanan dan ketaatan kepada-Mu dan matikanlah Hamba dalam keadaan Islam dan khusnul khotimah.

Akupun teringat pada firman Allah SWT.

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, danberiman kepada Allah SWT (QS:Ali
Imron 110).

Wahai saudara-saudaraku yang di dalam hatinya tertancap keimanan kepada Allah SWT. Sampaikanlah mutiara hikmah walaupun satu ayat.

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR.Bukhari).

(tamat)


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar