Mataram, 17/12 (ANTARA) - Pihak Kantor Imigrasi (Kanim) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah tudingan sengaja melepas 16 imigran gelap asal Afganistan yang diamankan di ruang karantina, mareka kabur dengan merusak pintu ruang karantina, bukan sengaja dilepas.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kanim Mataram Muhammad Adnan di Mataram, Kamis, mengatakan 16 imigran gelap asal Afaganistan tersebut sengaja kabur dengan merusak pintu ruang karantina, tidak benar anggapan mereka sengaja dilepas.
"Tidak mungkin kami sengaja melepas para imigran gelap asal Afganistan tersebut, mereka yang merusak dan menjebol pintu ruang karantina," katanya membantah isu bahwa 16 imigran yang mencari suaka politik itu sengaja di lepas.
Sebelumnya sebanyak 54 orang dari 70 orang imigran Afganistan nekat kabur dari lokasi penampungan di Mataram, setelah ada keputusan ereka dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Seperti diketahui sebanyak 70 orang imigran Afganistan itu ditangkap TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram di perairan NTB sekitar dua mil sebelah utara Pulau Patakan, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (10/9) malam dan Jumat (11/9) malam.
Sebanyak 56 orang ditangkap dalam aksi pertama dan 14 orang imigran Afganistan lainnya baru ditangkap keesokan harinya karena sempat melarikan diri ke pulau-pulau kecil di sekitar perairan Lombok Timur.
"Para imigran Afganistan itu kemudian ditampung di Lanal Mataram namun secara administrasi sudah diserahkan ke pihak Kanim Mataram selaku pihak yang berkewenangan menangani warga asing yang bermasalah dari aspek keimigrasian," katanya.
Sesuai rencana sebelumnya, sebanyak 40 orang imigran Afganistan itu akan diberangkatkan ke Rudenim Tanjungpinang pada Minggu (13/9), dan 30 orang lainnya akan menyusul pada Selasa (15/9), namun karena banyak yang menolak sehingga rencana pemberangkatan itu dibatalkan.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026