"Itu merupakan program kita pada 2010. Saat ini kita tengah mengkaji SMK Negeri 5 Mataram, sebagai pusat batik NTB," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, H. Hery Erpan Rayes, di Mataram, Senin.
Ia mengatakan, SMK Negeri 5 Mataram dinilai cocok menjadi pusat batik NTB karena sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah kejuruan di NTB yang menghasilkan karya seni dalam bentuk kerajinan tangan khas NTB seperti cukli, gerabah dan kerajinan tangan lainnya.
Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera melakukan penandatanganan naskah kerja sama dengan SMK Negeri 5 Mataram, tentang mekanisme pengelolaan pusat batik NTB tersebut.
"Jika program pembentukan pusat batik NTB di SMK Negeri 5 Mataram dinilai berhasil, baru kita akan kembangkan ke daerah lain di NTB. Untuk saat ini kita coba dulu sekolah ini sebagai percontohan," ujarnya.
Ia mengatakan, pusat batik NTB tersebut nantinya akan memproduksi batik khas NTB dalam jumlah banyak seiring dengan diberlakukannya wajib memakai batik di kalangan pegawai negeri sipil di lingkup Pemprov NTB.
Seluruh PNS di lingkup Pemprov NTB diwajibkan memakai batik setiap hari Kamis yang akan dimulai pada Januari 2010, sebagai tindak lanjut dari pengumuman UNESCO (Badan PBB yang membidangi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan) bahwa batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia atau produk asli Indonesia, 2 Oktober 2010.
Oleh sebab itu, pihaknya saat ini juga tengah merancang model batik yang akan menjadi khas NTB, sehingga berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang juga memiliki kekhasan tersendiri.
"Kita masih mencari desain yang bagus agar punya ciri khas tersendiri seperti batik Yogyakarta, batik Papua. Mungkin nanti ciri khasnya gabungan dari corak suku yang ada di NTB yakni Sasak, Samawa dan Mbojo," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026