Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) NTB, H.M. Nur Asikin, mengemukakan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Koperasi se-NTB, yang diselenggarakan di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Kamis.
"Rupanya masih banyak penduduk NTB yang belum menjadi anggota koperasi karena berbagai faktor penyebab, diantaranya SDM yang memicu lemahnya daya inovasi," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya agar minat masyarakat untuk berkoperasi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjadi target pembinaan pemerintah.
Sampai akhir tahun 2008, jumlah koperasi di wilayah NTB mencapai 2.858 unit atau mengalami peningkatan sebanyak 118 unit (4,31 persen) jika dibandingkan dengan tahun 2007 sebanyak 2.740 unit.
Ribuan unit koperasi itu dikelola oleh 25.644 orang yang terdiri dari pengurus koperasi, pengawas, manajer dan karyawan, dengan jumlah anggota koperasi sebanyak 536.959 orang.
Sementara total asset koperasi mencapai Rp656,5 miliar dengan volume usaha Rp832,7 miliar lebih dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebanyak Rp29,39 miliar.
Dengan demikian, pajak untuk negara yang dihasilkan dari usaha koperasi di wilayah NTB mencapai Rp4,4 miliar (jika rata-ratanya 15 persen).
"Semakin besar SHU yang diperoleh koperasi maka semakin besar pula pajak yang dikeluarkan karena menggunakan penghitungan pajak progresif," ujarnya.
Asikin menambahkan, pertumbuhan koperasi di wilayah NTB itu tidak terlepas dari besarnya perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah serta binaan dinas teknis terkait. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026