Mataram,  (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun anggaran 2010, menganggarkan sebesar Rp1,1 miliar untuk meningkatkan pendapatan warga melalui keaksaraan usaha mandiri (KUM).

   Sekretaris Dikpora NTB, H. Muhammad Imhal, di Mataram (21/1), mengatakan, dana tersebut diperuntukkan bagi 2.500 orang warga penyandang buta aksara yang telah dibelajarkan pada program keaksaraan fungsional pada 2009.

   "Program KUM ini merupakan kelanjutan dari program keaksaraan fungsional atau program pembelajaran warga buta aksara yang jumlahnya mencapai 108.000 orang," ujarnya.

   Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB hanya mengambil sebanyak 2.500 orang dari 108.000 warga yang dibelajarkan melalui program keaksaraan fungsional 2009 karena anggaran yang terbatas.

   Pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap warga yang akan masuk dalam program KUM tersebut. Pendataan dilakukan secara merata untuk sepuluh kabupaten/kota yang menyelenggarakan program keaksaraan fungsional.

   "Kita verifikasi dulu mana warga yang dinilai serius untuk mengelola dana bantuan yang akan kita berikan. Jangan nanti dana sudah turun mereka menggunakannya untuk hal-hal yang tidak produktif," ujarnya.

   Menurut dia, program KUM itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang sebelumnya tidak mampu membaca, menulis dan berhitung melalui usaha-usaha produktif yang akan kelola dengan bantuan modal dari pemerintah.

   Bantuan modal usaha itu akan diberikan secara berkelompok dengan nominal disesuaikan dengan jenis atau skala usaha yang dikelola masing-masing kelompok warga.

   Pemberian modal usaha itu direncanakan akan diberikan oleh bapak gubernur secara simbolis pada Mei 2010, atau bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

   "Peluncuran progam KUM itu kita jadwalkan pada Mei 2010, bertepatan dengan Hardiknas. Mudah-mudahan nanti bapak gubernur bisa hadir sekaligus memberikan secara simbolis bantuan modal KUM itu," ujarnya.    
Imhal berharap melalui program KUM itu juga mampu melahirkan wirausaha baru yang tangguh dan memiliki komitmen untuk menjadi seorang "entrepreneur" atau wirausaha yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

   Selain itu, progam KUM ini juga salah satu program untuk mendukung terwujudnya 100 ribu wirausaha baru pada 2013 yang dicanangkan oleh Gubernur NTB K.H. Muhammad Zainul Majdi untuk menurunkan angka pengangguran di NTB.

   "Mudah-mudahan dari 2.500 warga yang kita berikan pembinaan dan modal usaha ada yang menjadi seorang pengusaha yang maju dan mampu menyerap tenaga kerja," ujarnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026