Mataram, 31/1 (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Bimmas Islam Departemen Agama, Prof. DR. Nasaruddin Umar, MA, mengajak para Tuan Guru selaku pemimpin pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat (NTB) agar  terus membuktikan bahwa Islam bukan teroris.

   Ajakan itu dikemukakan ketika ia membuka Rapat Silaturahmi dan Dialog Tuan Guru se-NTB, yang digelar di Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) NTB, di Mataram, Sabtu.

   "Mari kita sama-sama buktikan kepada dunia internasional bahwa Islam bukan teroris, apalagi di wilayah NTB yang mayoritas penduduknya beragama Islam," ujar Nasaruddin di hadapan sedikitnya 50 orang Tuan Guru dari berbagai pondok pesantren yang menyebar di wilayah NTB.

   Ajakan itu mengemuka ketika pejabat Depag yang pernah melaksanakan tugas kedinasan di Amerika Serikat dan beberapa negara itu menceritakan pandangan dunia internasional terhadap Islam di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

   Menurut Nasaruddin, dalam sebuah dialog dengan komunitas intelektual di Amerika Serikat, bagian dari Islam yang sering dipojokkan antara lain aktivitas madrasah dan pondok pesantren.

   Bahkan, kalangan tertentu di dunia barat menilai madrasah sebagai bagian dari tempat pelatihan teroris sehingga terkesan menyakitkan hati bagi yang tahu persis bahwa pandangan itu keliru.

   "Itu sebabnya duta-duta Indonesia di negara barat terus berupaya meyakinkan bahwa madrasah dan pondok pesantren di Indonesia tidak seperti yang dimaksud," ujarnya.

   Terkait pandangan keliru dunia barat itu, Nasaruddin mengajak para Tuan Guru di wilayah NTB agar terus mempertahankan karakter umat Islam yang selalu berpedoman pada komitmen "Rahmatan Lil'alamin" atau jalan yang selalu diridhoi Allah SWT.

   Ia mengaku khawatir karakter umat Islam yang Rahmatan Lil'alamin di wilayah NTB luntur akibat perkembangan zaman karena Pulau Lombok akan menjadi salah daerah tujuan wisatawan mancanegara dalam jumlah yang banyak ketika Bandara Internasional Lombok (BIL) dioperasionalkan tahun 2010 mendatang.

   "Mudah-mudahan kekhawatiran itu tidak terjadi dan para Tuan Guru di wilayah NTB semakin meningkatkan komitmennya dalam pembinaan umat dalam menghadapi perkembangan zaman," ujarnya.

   Nasaruddin menambahkan, dirinya merupakan orang yang akan selalu merekomendasikan agar Pulau Lombok terbebas dari berbagai aliran sesat, terutama bebas dari kelompok-kelompok tertentu yang mengaku menganut agama Islam kemudian melakukan jihad dalam koridor yang salah.

   "Jihad dalam koridor yang salah itu hanya memunculkan asumsi yang mengarah kepada tindakan teroris," ujarnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026