Dia mengatakan di Mataram, Rabu, dari potensi sebanyak 274,2 Mega Watt (MW), yang telah dimanfaatkan baru 697 Kilo Watt (KW) atau 0,25 persen.
"Potensi energi air terdapat di 95 lokasi, dan yang tersebar di Pulau Sumbawa, yakni di Brang (sungai) Beh 103,5 MW dan Brang Rhee 22 MW sedangkan di Pulau Lombok, Kokoq (sungai) Putih 7,5 MW, Beburung 20,4 MW dan Kokoq Muntur 2,2 MW. Selebihnya potensi air skala kecil yang dapat digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikor Hirdo (PLTMH)," katanya.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, Ir. Heryadi Rachmat, ia mengatakan saat ini telah dibangun delapan unit PLTMH yang konsumennya adalah masyarakat perdesaan.
PLTMH Lantan dengan kapasitas terpasang telah ada kontrak jual KWH litsrik kepada PT. PLN (Persero) Wilayah NTB dengan mekanisme penjualan pembangkit listrik tersebar.
Sementara potensi energi panas bumi di Sembalun, Lombok Timur dengan potensi 39 MW, di Hu'u, Dompu 36 MW dan Maronge, Kabupaten Sumbawa enam MW.
Selain itu, pemerintah telah membangun 6.583 unit Pembangkit Liastrik Tenaga Surya (PLTS) khusus untuk masyarakat di daerah terpencil/terisolir dengan potensi tenaga surya yang merata di seluruh wilayah NTB.
Potensi energi terbarukan lainnya, seperti potensi energi angin di 11 lokasi dengan kecepatan angin bervariasi 3,4 hingga 5,3 meter per detik dan potensi arus laut minimal dua meter per detik di beberapa titik di wilayah NTB.
"Diversifikasi energi dengan memanfaatkan potensi beragam yang ada di NTB perlu segera dilakukan agar sesegera mungkin kita mampu mengatasi kekurangan energi listrik yang kita hadapi sehingga ke depan kita bisa mewujudkan listrik yang cukup dan andal yang dapat dinikmati masyaraiat di NTB," ujarnya.
NTB hingga saat ini merupakan salah satu daerah yang mengalami defisit atau krisis listrk terbesar, sehingga secara nasional ditetapkan sebagai salah satu wilayah pelaksana program percepatan penambahan daya listrik, yakni sebesar 10.000 MW.
Program tersebut diemplementasikan dalam bentuk rencana pembangunan PLTU batu bara dengan kapasitas masing-masing 25 MW di Pulau Lombok dan dua PLTU masing-masing dengan kapasitas enam MW di Sumbawa serta dua PLTU lainnya dengan kapasitas masing-masing 10 MW di Kabupaten Bima dan Dompu.
"Untuk itu saya berharap keterbatasan daya listrik ini hendaknya dapat dijadikan peluang bagi pengusaha bidang kelistrikan untuk mampu menyediakan daya listrik yang ekonomis bagi masyarakat tanpa bergantung pada program pemerintah semata," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026