Mataram, 4/2 (ANTARA) - Pemanfaatan energi di sektor kelistrikan, transportasi dan industri di Nusa Tenggara Barat (NTB) 99 persen masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM), demikian juga untuk penyediaan listrik 99 persen masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbahan bakar minyak.

   Gubernur NTB, H.M. Zainul Majdi di Mataram, Rabu mengharapkan kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik dan Eletrikan Indonesia (AKLI) di daerah ini agar mampu menyediakan daya listrik yang ekonomis bagi masyarakat secara mandiri dan tidak bergantung pada program pemerintah semata.  
"Saya berharap keterbatasan daya listrik ini hendaknya dijadikan peluang bagi para kontraktor anggota AKLI agar mampu menyediakan daya listtrik yang ekonomis dengan membangun pembangkit listtrik menggunakan bahan bakar alternatif atau potensi bahan bakar terbarukan yang potensinya cukup besar di NTB," ujarya dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi setempat, Rachmat.

   Pada acara Musda VIII Asosiasi Kontraktor Listrik dan Eletrikan Indonesia (AKLI) NTB dan Musda III Asosiasi  Profesional Elektrikal Indonesia (APEI) dia mengatakan, dalam Rencana Umum Pembangunan Ketenagalistrikan (RUPTL), PT PLN dalam jangka pendek dan jangka panjang akan memanfaatkan batubara, air, panas bumi dan gas sebagai sumber energi pembangkit listrik.

   Menurut data, potensi energi air terdapat di 95 lokasi yang tersebar di Pulau Sumbawa, yakni di Brang (sungai) Beh 103,5 MW dan Brang Rhee 22 MW sedangkan di Pulau Lombok, Kokoq (sungai) Putih 7,5 MW, Beburung 20,4 MW dan Kokoq Muntur 2,2 MW, selebihnya potensi air skala kecil yang dapat digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikor Hirdo (PLTMH).

   Saat ini telah dibangun delapan unit PLTMH yang konsumennya adalah masyaramkat pedesaan, dan PLTMH Lantan dengan kapasitas terpasang telah dilakukan kontrak jual KWH litsrik kepada PT. PLN (Persero) Wilayah NTB dengan mekanisme penjualan pembangkit listrik  tersebar.

   Sementara potensi energi panas bumi di Sembalun, Lombok Timur dengan potensi 39 MW, di Hu'u, Dompu 36 MW dan Maronge, Kabupaten Sumbawa 6 MW.

   Potensi energi bahan bakar alternatif yang dimanfaatkan sebagai sebagai lahan untuk pengembangan tanaman jarak (Jatropha Curcas) dengan lanan seluas 622.500 ha yang tersebar di seluruh kabupaten se NTB.

   Selain itu potensi tenaga surya yang merata di seluruh wilayah NTB dengan radiasi harian matahari 4,51 KWh/M2/detik, yang telkah dibangun pemerintah sebanyak 6.583 unit Pembangkit Liastrik Tenaga Surya (PLTS) khusus untuk masyarakat di daerah terpencil/terisolir.

   Sementara itu Ketua UMUM DPP AKLI Adang Suradhman mengatakan, anggota AKLI di NTB berpeluang untuk memanfaatkan peluang krisis energi listrik di NTB yang kini tengah mengalami defisit atau kriris energi listrik dengan memanfaatkan potensi pembangkit yang tidak menggunakan BBM.

   "Saya kira ini peluang yang cukup baik, sekarang tinggal para anggota AKLI apakah mampu memanfaatkan peluang untuk memperoduksi energi listrik yang ekonomis dengan membangun pembangkit listrik non BBM," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026