Gerung, Lombok Barat, 10/4 (ANTARA) - Sebanyak sepuluh pemerhati lingkungan dari Jepang, memastikan diri untuk ikut ambil bagian dalam lomba "forest tracking" yang akan digelar Dinas Kehutanan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, di kawasan hutan lindung Pusuk, pada Rabu (14/4).

   Kepala Dinas Kehutanan, Lombok Barat, H. Syaiful Arif, di Lombok Barat, Sabtu, mengatakan, para pemerhati lingkungan asal negeri Sakura itu sudah mendaftarkan diri pada panitia lomba sejak dua hari lalu.

   "Delapan dari sepuluh orang Jepang itu sudah berada di Pulau Lombok, dua lainnya masih berada di Bali. Mereka tertarik mengikuti lomba ini karena ingin melihat langsung kondisi hutan yang ada di Lombok Barat," katanya.

   Ia mengatakan, lomba "forest tracking" sebagai rangkaian hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Lombok Barat yang ke-52 tersebut sengaja digelar di kawasan hutan lindung Pusuk dekat perbatasan Kabupaten Lombok Utara, karena kawasan itu memiliki keanekaragaman hayati.

   Dengan keanekaragaman hayati yang ada di dalam kawasan hutan lindung Pusuk, diharapkan para peserta lomba terutama yang berasal dari luar negeri bisa menikmati keindahan alam di Pulau Lombok sambil berolahraga.

   "Peserta lomba dari luar negeri tidak saja dari Jepang, tetapi wisatawan asing dari beberapa negara yang sedang menikmati liburan di kawasan wisata Senggigi juga tertarik mengikuti lomba ini. Mereka bisa menjadi media promosi pariwisata yang efektif," katanya.

   Menurut dia, peserta lomba yang terdiri dari peserta umum dan para pelajar serta mahasiswa akan berjalan sepanjang sekitar lima kilometer menyusuri hutan Pusuk dan akan berakhir di kawasan wisata Senggigi. Rute sepanjang lima kilometer tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua jam.

   Dalam perjalanannya nanti, para peserta diwajibkan menanam bibit pohon yang sudah disediakan oleh panitia penyelenggara di sepanjang jalur "fores tracking". Berbagai bibit pohon yang akan ditanam itu yakni kemiri, keluis, sukun, sengon dan beberapa jenis pohon yang memiliki nilai ekonomi.

   "Jadi para peserta tidak hanya sekedar jalan-jalan atau olahraga, tetapi juga kita arahkan mereka untuk peduli terhadap lingkungan dengan menanam satu pohon untuk setiap peserta," ujarnya.

   Syaiful memperkirakan, jumlah peserta lomba "forest tracking" bisa mencapai 2.000 orang lebih karena hingga Jumat (9/4) jumlah peserta yang sudah mendaftar melalui Dinas Kehutanan Lombok Barat mencapai 1.500, sementara di Kantor Camat Batu Layar sudah mencapai sekitar 500 orang.

   Jumlah peserta yang sudah mendaftarkan diri baik dari masyarakat lokal maupun dari luar negeri melampui target panitia penyelenggara yakni sebanyak 1.000 orang. Oleh sebab itu, pihaknya juga menambah bibit pohon yang akan ditanam sesuai dengan jumlah peserta.

   "Dengan peserta yang diperkirakan mencapai 2.000 orang lebih, tentunya ini hal yang sangat positif bagi lingkungan kita, karena mereka akan ikut terlibat dalam usaha rehabilitasi hutan melalui penanaman bibit pohon," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026