PANWASLU PILKADA DOMPU TANPA DANA TAMBAHAN
Jumat, 30 Juli 2010 9:00 WIB
Dompu, NTB, (ANTARA) - Kendati dana tambahan yang diminta Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat kepada pemerintah setempat tidak dikabulkan, namun tidak menyurutkan niat untuk tetap mengawasi pilkada putaran kedua pada 30 Agustus 2010.
"Kami yang terpilih menjadi Panwas pilkada, bertekad untuk melakukan pengawasan, meski dana tidak ada," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Dompu, Arifuddin (29/7).
Dana yang dianggarkan oleh Pemkab Dompu melalui APBD senilai Rp 500 juta, menurut dia, telah habis digunakan pada putaran pertama 7 Juni lalu. Dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB) sebelumnya Panwas mengusulkan dana pengawasan sebesar Rp1,6 miliar.
"Dana itu hanya bisa dicairkan sebesar Rp500 juta, padahal dalam APBD tertuang Rp1 miliar," katanya.
Dia mengakui, pada pelaksanaan pilkada putaran kedua mendatang, lebih berat dibanding dengan pengawasan putaran pertama. Berbagai pelanggaran saat putaran pertama, bisa diatasi.
"Itu karena banyaknya calon yang juga memiliki tim sukses yang juga ikut mengawasi jalannya pilkada," katanya.
Pada putaran kedua, hanya dua pasang calon yang kemungkinan keduanya akan melakukan berbagai cara, untuk menerobos aturan pilkada. Sementara, Panwas yang sudah kehabisan dana, mungkin tidak akan mampu melakukan pengawasan ketat.
Karena itu, Panwaslu juga meminta kepada masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat, tentunya pengawsan pilkada yang tanpa dana itu, tidak akan berjalan maksimal.
Tidak hanya dana pengawasan yang telah habis, namun dana pengamanan yang diberikan kepada Kepolisian Resor (Polres) Dompu juga cukup minim. Dana sebesar Rp500 juta yang dianggarkan dalam APBD untuk pengamanan, juga telah habis pada putaran pertama.
"Untuk putaran kedua, kemungkinan kami juga akan meminta tambahan ke pemkab, jika tidak ada kami mencoba untuk memakai dana sendiri," ujar Kapolres Dompu AKBP Kumbul KS SIK.
Kumbul menambahkan, pihaknya bertanggungjawab menjaga keamanan baik menjelang sampai dilaksanakan pilkada putaran kedua.
Plt Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Dompu, H Abdullah M Ali mengatakan, kondisi keuangan daerah yang memaksa tidak bisa mengabulkan permintaan Panwas, terkait dengan penambahan dana pengawasan.
"APBD tahun 2010 ini, kita mengalami devisit hingga Rp27 miliar. Tapi syukur saat kita melakukan rasionalisasi anggaran dengan memangkas belanja-belanja yang tidak perlu, tinggal Rp15 miliar," katanya.
Pemkab Dompu telah meminta kepada Panwaslu, untuk juga melakukan pengetatan anggaran. Menurut perehitungan Pemkab Dompu, dana Rp500 juta cukup hingga pada putaran kedua.
Pada putaran kedua yang akan dilaksanakan 30 Agustus mendatang, dua pasangan calon bupati dan wakil bupati akan maju. Pasangan Bambang M Yasin- Ir H Syamsuddin MM yang menggunakan semboyan "Buktikan" ini, dalam putaran pertama berhasil mengantongi suara sebanyak 35.519 (28,74 persen)
Sedangkan pasangan "incumbent" H Syaifurrahman Salman SE-Drs H Gaziamansyuri yang memakai semboyan "Teruskan", memperoleh suara 35.009 (28,45 persen) dengan suara sah 123.042.(*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026