Seorang pelajar terjatuh di Bukit Sempana Sembalun hingga luka parah
Senin, 17 Agustus 2020 17:32 WIB
Dava Naufal Arya (16) pelajar SMA warga BTN Blencong Mataram, luka parah setelah terjatuh dari Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, saat mendaki bersama 18 temannya pada Minggu (16/8).
Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Dava Naufal Arya (16) pelajar SMA warga BTN Blencong Mataram, luka parah setelah terjatuh dari Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, saat mendaki bersama 18 temannya pada Minggu (16/8).
Terjatuhnya korban ini sempat menggegerkan rekan korban, dan malam harinya korban berhasil di Evaluasi petugas TNGR dan Polsek Sembalun, dan korban saat ini mendapat perawatan intensif di Puskesmas Sembalun.
Kapolsek Sembalun, Iptu L Panca Warsa saat dikonfirmasi, Senin, membenarkan kalau kasus terjatuhnya pendaki dari Bukit Sempana Sembalun.
"Kami sudah dapat laporan masalah itu," tegasnya.
Ia menjelaskan korban bersama dengan belasan orang melakukan pendakian ke Bukit Sempana, kemudian pada saat mendaki tiba-tiba ada batu terjatuh dari atas sehingga menyebabkan korban tidak bisa menghindar.
Korban terjatuh sejauh beberapa meter dari jalur pendakian tersebut.
"Korban tidak bisa menghindar saat ada batu terjatuh dari atas,sehingga hal ini menyebabkan korban terjatuh," ujarnya.
Setelah itu, lanjut mantan Kapolsekta Selong ini, pihak pengelola kemudian mendapatkan informasi adanya pendaki yang terjatuh, dengan berkoordinasi dengan pihak KPH Rinjani Timur.
Dengan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi terjatuhnya korban, namun belum ditemukan. Akan tetapi menjelang waktu Maghrib korban sempat menelepon ke salah satu teman dalam rombongan untuk meminta bantuan
"Tim dari RPH Rinjani Timur dan pengelola akhirnya menemukan korban dalam keadaan sadar, dengan langsung mengevaluasi korban menuju Puskemas Sembalun untuk mendapatkan perawatan," tandasnya.
Terjatuhnya korban ini sempat menggegerkan rekan korban, dan malam harinya korban berhasil di Evaluasi petugas TNGR dan Polsek Sembalun, dan korban saat ini mendapat perawatan intensif di Puskesmas Sembalun.
Kapolsek Sembalun, Iptu L Panca Warsa saat dikonfirmasi, Senin, membenarkan kalau kasus terjatuhnya pendaki dari Bukit Sempana Sembalun.
"Kami sudah dapat laporan masalah itu," tegasnya.
Ia menjelaskan korban bersama dengan belasan orang melakukan pendakian ke Bukit Sempana, kemudian pada saat mendaki tiba-tiba ada batu terjatuh dari atas sehingga menyebabkan korban tidak bisa menghindar.
Korban terjatuh sejauh beberapa meter dari jalur pendakian tersebut.
"Korban tidak bisa menghindar saat ada batu terjatuh dari atas,sehingga hal ini menyebabkan korban terjatuh," ujarnya.
Setelah itu, lanjut mantan Kapolsekta Selong ini, pihak pengelola kemudian mendapatkan informasi adanya pendaki yang terjatuh, dengan berkoordinasi dengan pihak KPH Rinjani Timur.
Dengan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi terjatuhnya korban, namun belum ditemukan. Akan tetapi menjelang waktu Maghrib korban sempat menelepon ke salah satu teman dalam rombongan untuk meminta bantuan
"Tim dari RPH Rinjani Timur dan pengelola akhirnya menemukan korban dalam keadaan sadar, dengan langsung mengevaluasi korban menuju Puskemas Sembalun untuk mendapatkan perawatan," tandasnya.
Pewarta : Dimyati
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNGGP sanksi 36 pendaki ilegal, Wajib bayar denda dan minta maaf di medsos
26 October 2025 18:00 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024