Kapolda: Stiker angkutan penonton MotoGP harus dipastikan keamanannya
Senin, 14 Februari 2022 16:24 WIB
Kepala Polda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto ketika memberikan pemaparan dalam rapat koordinasi persiapan balap MotoGP 2022 di Kantor Dinas Perhubungan NTB, Mataram, Senin (14/2/2022). (ANTARA/HO-Humas Polda NTB)
Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto mengatakan stiker untuk angkutan penonton MotoGP 2022 harus dipastikan keamanannya sehingga tidak dapat ditiru.
"Sekelas 'event' sebesar ini, persoalan stiker harus dipikirkan dari segi keamanannya. Jangan sampai stiker itu nantinya bisa dicetak dimana saja dan oleh siapa saja," kata Djoko dalam rapat koordinasi persiapan balap MotoGP 2022 di Kantor Dinas Perhubungan NTB, Senin.
Karena itu, Djoko berharap kepada pihak dinas perhubungan agar mempersiapkan hal tersebut dengan tepat.
"Mungkin dari produksinya nanti bisa dibuat dengan 'secure' (aman), agar tidak gampang diproduksi oleh siapa pun, jadi produksinya khusus," ujarnya.
Dia pun mengingatkan kembali bahwa keberadaan stiker dalam perhelatan balap MotoGP yang akan berlangsung 18-20 Maret 2022 itu menjadi salah satu sarana untuk membantu petugas di lapangan.
"Salah satunya itu untuk mengurai arus kemacetan. Jadi jangan sampai stiker ini tidak bermanfaat kalau bisa diproduksi oleh banyak orang," ucap dia.
Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu M. Faozal yang turut hadir dalam pertemuan itu menanggapi positif saran dari Kepala Polda NTB tersebut.
"Iya, kita akan buat pengamanan stiker, apakah nanti harus pakai 'barcode' atau lainnya, itu akan kita pikirkan agar tidak mudah dijiplak," ujar Faozal.
"Sekelas 'event' sebesar ini, persoalan stiker harus dipikirkan dari segi keamanannya. Jangan sampai stiker itu nantinya bisa dicetak dimana saja dan oleh siapa saja," kata Djoko dalam rapat koordinasi persiapan balap MotoGP 2022 di Kantor Dinas Perhubungan NTB, Senin.
Karena itu, Djoko berharap kepada pihak dinas perhubungan agar mempersiapkan hal tersebut dengan tepat.
"Mungkin dari produksinya nanti bisa dibuat dengan 'secure' (aman), agar tidak gampang diproduksi oleh siapa pun, jadi produksinya khusus," ujarnya.
Dia pun mengingatkan kembali bahwa keberadaan stiker dalam perhelatan balap MotoGP yang akan berlangsung 18-20 Maret 2022 itu menjadi salah satu sarana untuk membantu petugas di lapangan.
"Salah satunya itu untuk mengurai arus kemacetan. Jadi jangan sampai stiker ini tidak bermanfaat kalau bisa diproduksi oleh banyak orang," ucap dia.
Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu M. Faozal yang turut hadir dalam pertemuan itu menanggapi positif saran dari Kepala Polda NTB tersebut.
"Iya, kita akan buat pengamanan stiker, apakah nanti harus pakai 'barcode' atau lainnya, itu akan kita pikirkan agar tidak mudah dijiplak," ujar Faozal.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 1,67 juta orang diprediksi padati Ketapang--Gilimanuk pada Lebaran
11 February 2026 6:40 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024