Pohon pisang ditanam di tengah jalan Bagik Bontong Masbagik-Labuhan Lombok Timur
Sabtu, 5 Maret 2022 18:46 WIB
Puluhan pemuda Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (4/3) melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan Bagik Bontong Masbagik-Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, yang sudah lama rusak namun tak kunjung diperbaiki pemerintah.
Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Puluhan pemuda Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (4/3) melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan Bagik Bontong Masbagik-Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, yang sudah lama rusak namun tak kunjung diperbaiki pemerintah.
Jalan berlubang tersebut kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Aksi tanam pisang tersebut, sempat membuat jalan macet sepanjang satu kilometer.
Koordinator aksi Joni dalam orasinya mengatakan, aksi yang dilakukan para pemuda ini, salah satu bentuk keprihatinan, melihat Lambatnya pemerintah memperbaiki proyek jalan yang sudah digali berbulan-bulan, dan dianggurkan tanpa ada perbaikan.
Baca juga: Curi motor plat merah dan minta uang tebusan, dua warga Jarowaru dibekuk
"Aksi tanam pisang Ini bentuk protes kami kepada pemerintah, agar pemerintah tanggap, dan segera memperbaiki jalan negara yang hanya di gali tetapi tidak ditimbun berbulan bulan," ucapnya.
Menurut dia, jalan negara yang rusak ini menghubungkan dua pulau Lombok dengan Sumbawa dan intensitas transportasi cukup padat. Bahkan parahnya lagi, jalan negara ini kerap dilewati para pejabat pusat, provinsi maupun kabupaten.
Namun tidak ada yang tersentuh hatinya, untuk segera memperbaikinya.
"Jangan sampai menunggu korban kecelakaan lebih banyak lagi, akibat jalan rusak yang tak diperbaiki," katanya.
Joni juga saat berorasi mengakui, aksi tanam pisang ini dilakukan, setelah sebelumnya terjadi kecelakaan di jalan rusak.
Aksi tanam pohon pisang di tengah jalan negara tersebut, sempat membuat arus lalu lintas mencapai satu kilometer. Bahkan kendaraan dinas plat merah pun sempat disandera para pedemo, sebagai bentuk kekesalan belum diperbaikinya jalan rusak tersebut.
Setelah puas berorasi, para pemuda membubarkan diri dengan tertib.
Jalan berlubang tersebut kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Aksi tanam pisang tersebut, sempat membuat jalan macet sepanjang satu kilometer.
Koordinator aksi Joni dalam orasinya mengatakan, aksi yang dilakukan para pemuda ini, salah satu bentuk keprihatinan, melihat Lambatnya pemerintah memperbaiki proyek jalan yang sudah digali berbulan-bulan, dan dianggurkan tanpa ada perbaikan.
Baca juga: Curi motor plat merah dan minta uang tebusan, dua warga Jarowaru dibekuk
"Aksi tanam pisang Ini bentuk protes kami kepada pemerintah, agar pemerintah tanggap, dan segera memperbaiki jalan negara yang hanya di gali tetapi tidak ditimbun berbulan bulan," ucapnya.
Menurut dia, jalan negara yang rusak ini menghubungkan dua pulau Lombok dengan Sumbawa dan intensitas transportasi cukup padat. Bahkan parahnya lagi, jalan negara ini kerap dilewati para pejabat pusat, provinsi maupun kabupaten.
Namun tidak ada yang tersentuh hatinya, untuk segera memperbaikinya.
"Jangan sampai menunggu korban kecelakaan lebih banyak lagi, akibat jalan rusak yang tak diperbaiki," katanya.
Joni juga saat berorasi mengakui, aksi tanam pisang ini dilakukan, setelah sebelumnya terjadi kecelakaan di jalan rusak.
Aksi tanam pohon pisang di tengah jalan negara tersebut, sempat membuat arus lalu lintas mencapai satu kilometer. Bahkan kendaraan dinas plat merah pun sempat disandera para pedemo, sebagai bentuk kekesalan belum diperbaikinya jalan rusak tersebut.
Setelah puas berorasi, para pemuda membubarkan diri dengan tertib.
Pewarta : Dimyati
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Transformasi 'Polri Presisi' di kasus Remaja Pati Curi Pisang: Pendekatan restorative justice
26 February 2025 10:41 WIB, 2025
TNI canangkan program gerakan tanam pisang di kawasan Lombok Tengah
06 November 2024 14:24 WIB, 2024
OJK menyiapkan ekosistem bisnis mendorong program budidaya pisang di Sulsel
11 October 2023 6:03 WIB, 2023
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024