DKP Mataram memiliki stok 2,4 ton beras cadangan antisipasi bencana
Kamis, 15 September 2022 15:30 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram H Lalu Johari. (Foto: ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini memiliki stok 2,4 ton beras cadangan pangan sebagai langkah antisipasi bencana menjelang masuknya musim hujan dan cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Kamis mengatakan sebanyak 2,4 ton itu sisa pengadaan tahun 2022 dari total 10 ton.
"Untuk beras cadangan pangan setiap tahun kita siapkan 10 ton. Jumlah itu bisa kita usulkan penambahan ke Bulog jika bila terjadi kekurangan," katanya.
Menurut dia beras cadangan pangan tersebut, dikeluarkan ketika terjadi bencana baik alam maupun non-alam sesuai dengan usulan dari pihak kelurahan.
"Kelurahan-lah yang paling tahu kondisi warganya yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan beras," katanya.
Kota Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di NTB yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang kerap terjadi di NTB.
Selain gempa disertai tsunami, bencana lain yang mengancam wilayah Kota Mataram adalah banjir, kebakaran permukiman, konflik sosial, gelombang pantai, dan abrasi. Karenanya, ketika masuk angin barat dan cuaca ekstrem ratusan nelayan di Mataram tidak melaut.
Johari mengatakan, stok beras cadangan bencana 2,4 ton tersebut sudah dalam bentuk kemasan 25 kilogram dan siap didistribusikan ketika ada laporan bencana. Namun DKP siap mengemas beras sesuai permintaan misalnya per 2,5 kilogram atau 5 kilogram agar mudah dibagi.
"Tetapi sejauh ini, rata-rata pihak kelurahan yang mengusulkan bantuan beras cadangan dan mengemas sendiri sesuai kebutuhan. Bagi kami tidak masalah, yang penting komunikasi," katanya.
Sementara menyinggung tentang kualitas, Johari menjamin kualitas beras cadangan pangan yang didistribusikan ke masyarakat masih bagus dan layak konsumsi.
Bahkan untuk menjaga kualitas beras, pihaknya juga melakukan perawatan secara berkala. "Jika ada sisa dan kualitas kurang bagus, kita ganti dengan beras dengan kualitas lebih bagus," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Kamis mengatakan sebanyak 2,4 ton itu sisa pengadaan tahun 2022 dari total 10 ton.
"Untuk beras cadangan pangan setiap tahun kita siapkan 10 ton. Jumlah itu bisa kita usulkan penambahan ke Bulog jika bila terjadi kekurangan," katanya.
Menurut dia beras cadangan pangan tersebut, dikeluarkan ketika terjadi bencana baik alam maupun non-alam sesuai dengan usulan dari pihak kelurahan.
"Kelurahan-lah yang paling tahu kondisi warganya yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan beras," katanya.
Kota Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di NTB yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang kerap terjadi di NTB.
Selain gempa disertai tsunami, bencana lain yang mengancam wilayah Kota Mataram adalah banjir, kebakaran permukiman, konflik sosial, gelombang pantai, dan abrasi. Karenanya, ketika masuk angin barat dan cuaca ekstrem ratusan nelayan di Mataram tidak melaut.
Johari mengatakan, stok beras cadangan bencana 2,4 ton tersebut sudah dalam bentuk kemasan 25 kilogram dan siap didistribusikan ketika ada laporan bencana. Namun DKP siap mengemas beras sesuai permintaan misalnya per 2,5 kilogram atau 5 kilogram agar mudah dibagi.
"Tetapi sejauh ini, rata-rata pihak kelurahan yang mengusulkan bantuan beras cadangan dan mengemas sendiri sesuai kebutuhan. Bagi kami tidak masalah, yang penting komunikasi," katanya.
Sementara menyinggung tentang kualitas, Johari menjamin kualitas beras cadangan pangan yang didistribusikan ke masyarakat masih bagus dan layak konsumsi.
Bahkan untuk menjaga kualitas beras, pihaknya juga melakukan perawatan secara berkala. "Jika ada sisa dan kualitas kurang bagus, kita ganti dengan beras dengan kualitas lebih bagus," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp3,012 juta/gr, Sabtu 21 Februari 2026
21 February 2026 11:06 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,009 juta/gr dan Galeri24 Rp2,984 juta/gr, Sabtu 21 Februari 2026
21 February 2026 11:04 WIB
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,944 juta/gr, Jumat 20 Februari 2026
20 February 2026 13:24 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,965 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr, Jumat 20 Februari 2026
20 February 2026 13:22 WIB