Mataram, (Antara Mataram) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan IAIN Mataram akan menggelar diskusi publik bertema Fenomena Tayangan Religi Antara Nilai Agama dan Kepentingan Bisnis".
Wakil Ketua KPID NTB Sukri Aruman di Mataram, Jumat, mengatakan diskusi publik yang akan digelar Sabtu (1/6) itu akan diikuti sekitar 100 peserta dari cendekiawan muslim, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aktivias mahasiswa.
Selain itu, katanya, pihaknya juga akan mengundang MNC TV Jakarta, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan pimpinan lembaga penyiaran lokal.
"Selama ini sejumlah tayangan bertema religi baik berupa sinetron, reality show maupun tayangan lain yang mengangkat simbol-sombol agama mendapat sorotan dari masyarakat. Bahkan ada tayangan TV yang mengundang protes," katanya.
Karena itu, katanya, dari diskusi publik diharapkan ada masukan dari para tokoh agama dan cendekiawan muslim tentang bagaimana mengemas tayangan bertema religi agar tidak menimbulkan protes dari masyarakat.
"Selama ini tidak sedikit tayangan TV yang memunculkan protes dari sebagian masyarakat terutama yang bertema religi, karena materi tayangan itu terkadang menyimpang dari ajaran agama, seperti tayangan yang berbau mistik," katanya.
Menurut Sukri, kalau seandainya tayangan religi itu memang menyimpang dari ajaran agama dan berpotensi menimbulkan ketersinggungan dari masyarakat, KPID bisa mengambil sikap tegas, misalnya menyampaikan teguran.
Dalam hal ini, kata Sukri, KPID NTB tidak bermaksud membatasi kreativitas lembaga penyiaran baik radio maupun TV dalam membuat program siaran. Selama program siaran tidak melanggar regulasi yang ada, seperti UU No. 32/2002 tentang Penyiaran, silakan saja.
"Kami berkewajiban melindungi masyarakat dari dampak buruk tayangan TV maupun siaran radio. Program siaran lembaga penyiaran sudah ada rambu-rambunya, yakni tidak bertentangan dengan Undang-Undang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). (*)
KPID gelar diskusi publik tayangan religi
Jumat, 24 Mei 2013 15:10 WIB
Ilustrasi: Baliho KPID
Pewarta : Oleh Masnun
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024