Waspada! aksi catut nama Kajati NTB minta uang
Kamis, 9 Februari 2023 14:04 WIB
Arsip foto-Gedung Kejati NTB. (ANTARA/Dhimas B.P.)
Mataram (ANTARA) - Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap aksi catut nama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Barat (NTB) Nanang Ibrahim Soleh yang meminta uang melalui sambungan telepon.
"Kami imbau masyarakat untuk waspada terhadap aksi minta uang yang mengatasnamakan nama Kajati NTB. Aksi ini dilakukan via telepon," kata Juru Bicara Kejati NTB Efrien Saputera di Mataram, Kamis.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya mengeluarkan imbauan demikian menyusul adanya aduan warga yang telah menjadi korban dari aksi tersebut.
"Jadi, sudah ada korban yang kena tipu dari aksi pelaku mencatut nama Pak Kajati NTB ini. Bahkan, uang sudah ditransfer ke rekening pelaku," ujarnya.
Meskipun enggan menyebutkan identitas korban, namun Efrien meyakinkan bahwa korban dari aksi kejahatan ini merupakan seorang warga dan pejabat pemerintahan di lingkup NTB.
"Korban pertama itu rugi Rp10 juta. Satunya lagi Rp20 juta," ucap dia.
Efrien pun meyakinkan bahwa pihaknya kini sedang membantu korban melacak identitas pelaku dengan menelusuri nama penerima pada bukti pengiriman uang via aplikasi daring perbankan tersebut dan nomor kontak telepon pelaku.
Agar peran pelaku bisa segera terungkap, pihak kejaksaan juga menyarankan kepada korban untuk membuat laporan kepolisian.
"Semoga dari imbauan dan upaya penelusuran ini, pelaku cepat terungkap dan tidak ada lagi korban tambahan," katanya.
Nanang Ibrahim Soleh merupakan pejabat baru yang mengisi jabatan Kajati NTB menggantikan pejabat sebelumnya, Sungarpin.
Mantan Wakil Kajati Sumatera Selatan tersebut belum sepekan menjabat sebagai Kajati NTB, mengingat pelantikan baru berlangsung pada Selasa (7/2) di Jakarta.
"Kami imbau masyarakat untuk waspada terhadap aksi minta uang yang mengatasnamakan nama Kajati NTB. Aksi ini dilakukan via telepon," kata Juru Bicara Kejati NTB Efrien Saputera di Mataram, Kamis.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya mengeluarkan imbauan demikian menyusul adanya aduan warga yang telah menjadi korban dari aksi tersebut.
"Jadi, sudah ada korban yang kena tipu dari aksi pelaku mencatut nama Pak Kajati NTB ini. Bahkan, uang sudah ditransfer ke rekening pelaku," ujarnya.
Meskipun enggan menyebutkan identitas korban, namun Efrien meyakinkan bahwa korban dari aksi kejahatan ini merupakan seorang warga dan pejabat pemerintahan di lingkup NTB.
"Korban pertama itu rugi Rp10 juta. Satunya lagi Rp20 juta," ucap dia.
Efrien pun meyakinkan bahwa pihaknya kini sedang membantu korban melacak identitas pelaku dengan menelusuri nama penerima pada bukti pengiriman uang via aplikasi daring perbankan tersebut dan nomor kontak telepon pelaku.
Agar peran pelaku bisa segera terungkap, pihak kejaksaan juga menyarankan kepada korban untuk membuat laporan kepolisian.
"Semoga dari imbauan dan upaya penelusuran ini, pelaku cepat terungkap dan tidak ada lagi korban tambahan," katanya.
Nanang Ibrahim Soleh merupakan pejabat baru yang mengisi jabatan Kajati NTB menggantikan pejabat sebelumnya, Sungarpin.
Mantan Wakil Kajati Sumatera Selatan tersebut belum sepekan menjabat sebagai Kajati NTB, mengingat pelantikan baru berlangsung pada Selasa (7/2) di Jakarta.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejari Dompu kantongi tiga nama calon tersangka korupsi Perusda Kapoda Rawi
27 August 2025 11:44 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024